Laporkan Masalah

Studi kualitas air hujan di daerah perkotaan dan daerah pinggiran kota : Studi kasus di kota Yogyakarta dan sekitarnya

Pravita Dewi Anjalipan, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc.

2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pencemaran kualitas air hujan diduga telah terjadi di beberapa kota di Indonesia. Tingkat keasaman hujan di beberapa tempat kini sudah berada di atas ambang batas seperti kota Yogyakarta, menurut penelitian Sudibyakto (2002) sudah terindikasi menjadi korban hujan asam. Hujan asam yang pernah terjadi di Yogyakarta secara dominan bersumber dari hasil buangan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kualitas air hujan di daerah perkotaan dan daerah pinggiran kota di kota Yogyakarta, khususnya untuk parameter kimia (Na, Mg2+, Ca2+, CI, CO2, NO3, SO42+, Pb) dan parameter fisika (Daya Hantar Listrik, pH). Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil 4 (empat) sampel air hujan di perkotaan dan 5 (lima) sampel di pinggiran kota selama periode musim bulan Januari sampai dengan April 2004 dan kemudian menganalisis parameter kimia dan fisikanya. Hasil analisis ini dibandingkan dengan Baku Mutu Air Golongan B dan dilihat pola sebarannya secara spasial dengan pembuatan peta. Hipotesis yang ditarik dari penelitian ini antara lain: 1) Kandungan zat pencemar pada air hujan yang jatuh di kota Yogyakarta sudah mendekati ambang batas maksimum yang diperbolehkan dalam Baku Mutu Air Golongan B, 2) tebal hujan berpengaruh terhadap kualitas air hujan, 3) lama tenggang waktu dengan hujan sebelumnya berpengaruh terhadap kualitas air hujan, 4) air hujan yang jatuh di daerah perkotaan memiliki konsentrasi unsur-unsur kimia pencemar yang lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah pinggiran kota, 5) arah angin yang cenderung bergerak dari arah barat dan barat daya menuju ke arah timur dan timur laut mengakibatkan pencemaran air hujan di sisi timur dan timur laut kota. Berdasarkan dari hasil pengamatan terhadap 5 (lima) parameter kimia dan fisika (CI, NO3, SO42+, Pb, dan pH) yang disyaratkan pada Baku Mutu Air untuk Golongan B menunjukkan bahwa kandungan/besarnya nilai kelima parameter tersebut pada saat ini masih lebih rendah dari kadar maksimum yang dianjurkan. Tebal hujan dan lama tenggang waktu dengan hujan sebelumnya kurang nyata pengaruhnya terhadap kualitas air hujan. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai korelasi (R) kurang dari 0,5 atau koefisien determinasi (R2) kurang dari 0,25 pada hampir semua unsur kimia pencemar pH, Daya Hantar Listrik, CO2, dan SO4 di beberapa lokasi menunjukkan nilai korelasi agak tinggi, tetapi belum cukup nyata. Konsentrasi unsur-unsur kimia pencemar air hujan di perkotaan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan di pinggiran kota. Pinggiran kota bagian timur tidak memiliki konsentrasi pencemaran lebih tinggi, tetapi sisi barat kota menunjukkan kelas yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas air hujan di kota Yogyakarta dan sekitarnya masih cukup baik.

-

Kata Kunci : Kualitas air huja,daerah perkotaan,pinggiran kota,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2005-130002-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-130002-Blibliography.pdf  
  3. S1-2005-130002-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-130002-Title.pdf