Karakteristik Mercusuar Panarukan Ditinjau dari Aspek Arsitektur serta Pengaruhnya Terhadap Pelayaran
Baharani Fitri Aisah, Drs. Musadad, M.Hum.
2025 | Skripsi | ARKEOLOGI
Penelitian ini membahas karakteristik arsitektur bangunan Mercusuar Panarukan yang terletak di kawasan pesisir Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Mercusuar Panarukan merupakan warisan masa kolonial Hindia-Belanda yang dibangun pada awal abad ke-19. Secara fisik, bangunan ini memiliki struktur rangka batang. Struktur rangka dapat disesuaikan dengan fungsi konstruksi, yaitu salah satunya adalah menara yang berbentuk heksagonal yang dilengkapi oleh cupola atau kubah dengan akses tangga zig-zag. Material yang digunakan merupakan pondasi pancang baja dan plat aluminium ACP untuk melapisi struktur rangka yang memiliki tujuan untuk menunjang ketahanan bangunan terhadap kondisi iklim di pantai. Ciri khas utama Mercusuar Panarukan terletak pada sistem pencahayaannya yang menggunakan sistem rotating beacon light dengan teknik occulting atau berkedip secara periodik, yaitu berkedip 4 kali dalam 5 detik. Sistem lampu dari Mercusuar Panarukan telah mengikuti standar kenavigasian internasional atau dapat disebut dengan (IALA). Lampu suar memiliki fungsi sebagai sarana navigasi dan menjadi penanda visual kawasan pesisir yang strategis dalam pelayaran. Penelitian dilakukan dengan metode arkeologi arsitektur yang berfokus pada fungsi utama suatu bangunan (form follow function) dan pelayaran. Data objek penelitian didapatkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Variabel penelitian ini berfokus pada arsitektur bangunan mercusuar, ciri khas lampu suar, serta kondisi spasial yang berpengaruh terhadap pelayaran. Kebaharuan pada penelitian ini terletak pada pendekatan arkeologi arsitektur dalam mengkaji Mercusuar Panarukan sebagai peninggalan kolonial yang tidak hanya berfugsi hanya sebagai sarana bantu navigasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mercusuar Panarukan tidak hanya memiliki fungsi teknis sebagai sarana bantu navigasi pelayaran, tetapi juga memuat nilai arsitektur dan sebagai penanda visual kawasan pesisir.
This study discusses the architectural characteristics of the Panarukan Lighthouse, located on the coast of Panarukan, Situbondo Regency, East Java. The Panarukan Lighthouse is a colonial heritage site from the Dutch East Indies era, built in the early 19th century. Physically, the building features a truss structure. The truss structure is designed to accommodate the building's functional requirements, including a heksagonal tower topped with a cupola or dome, accessed via a zig-zag staircase. The materials used include steel pile foundations and aluminium composite panels (ACP) to clad the truss structure, aimed at enhancing the building's durability against coastal climatic conditions. The main distinctive feature of the Panarukan Lighthouse lies in its lighting system, which uses a rotating beacon light with occulting or periodic flashing technology, flashing four times every five seconds. The lighting system of the Panarukan Lighthouse complies with international navigation standards, also known as IALA standards. The beacon serves as a navigation aid and a visual marker for strategic coastal areas in maritime navigation. The research was conducted using architectural archaeology methods that focused on the main function of a building (form follows function) and navigation. Data on the research objects was obtained through field observations, interviews, and literature studies. The research variables focused on the architecture of the lighthouse, the characteristics of the beacon, and also spatial condition who is connected with shipping. The novelty of this research lies in the architectural archaeology approach in examining the Panarukan Lighthouse as a colonial relic that serves not only as a navigational aid. The study results indicate that the Panarukan Lighthouse not only has a technical function as a navigational aid for maritime navigation but also possesses architectural value and serves as a visual landmark for the coastal area.
Kata Kunci : Lighthouse, Panarukan, characteristic, shipping, architecture.