Laporkan Masalah

Identifikasi batas daerah tangkapan air sungai bawah tanah pada kawasan karst : Studi kasus pada mataair Kulahan kelurahan Rogodadi , Buayan,Gombong

Yudho Indardjo, Drs. Suyono, M.S.; Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.

2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian yang dilakukan di kawasan karst Pegunungan Karangbolong, Gombong, Jawa Tengah ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah tangkapan air (DTA) sistem sungai bawah tanah. Penentuan daerah tangkapan air dilakukan dengan interpretasi foto udara, peta topografi, peta geologi dan peta penggunaan lahan. Teknik ini memfokuskan pada pembatasan daerah tangkapan air di kawasan karst berdasarkan pengamatan kenampakan-kenampakan bentang lahan. Dengan teknik ini, penentuan DTA dapat dilakukan lebih cepat. Untuk menguji kebenaran hasil identifikasi daerah tangkapan air dilaksanakan analisis imbangan air, yakni dengan menghitung perbandingan antara volume hujan yang jatuh di daerah tangkapan air dengan volume aliran yang tercatat di outlet sistem sungai bawah tanah. Berdasarkan analisis tersebut dapat ditentukan luas daerah tangkapan air yakni sebesar 5,58 km². Pada daerah tangkapan air tersebut dipasang beberapa stasiun hujan (8 stasiun) untuk mengetahui karakteristik sebaran hujan secara keruangan. Data pasangan kejadian hujan dan aliran harian yang diperoleh selama penelitian sebanyak 13 pasangan data. Dari tiap pasangan hujan-aliran ini dilakukan perhitungan nilai koefisien aliran yang diperoleh berkisar antara 2,94-61,37%. Nilai koefisien aliran sebesar ini untuk kawasan karst merupakan nilai yang lazim, sesuai dengan hasil dari penelitian lain tentang koefisien aliran pada daerah karst.

-

Kata Kunci : Daerah tangkapan air,Sungai bawah tanah, Kawasan Karts,Mataair,Gombong,Kebumen,Jawa Tengah

  1. S1-2004-84913-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-84913-Blibliography.pdf  
  3. S1-2004-84913-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-84913-Title.pdf