KITAB AMBIYA KOLEKSI PADUKUHAN WONOREJO II, SANDEN, BANTUL: SUNTINGAN DAN TERJEMAHAN (PUPUH 81-89)
Alvian Dwi Ananda Putra, Dr. Arsanti Wulandari, M. Hum.
2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Naskah Ambiya merupakan naskah yang berisi
tentang kisah para nabi. Jumlah naskah Ambiya sangat banyak dan dikoleksi oleh
institusi maupun personal. Sama halnya dengan penelitian ini, objek kajian yang
digunakan adalah naskah Kitab Ambiya yang dimiliki oleh masyarakat Padukuhan
Wonorejo II, Gadingsari, Sanden, Kabupaten Bantul. Naskah Kitab Ambiya ini
ditulis dalam bentuk tembang dan menggunakan aksara Pegon. Pengaplikasian
metode filologi meliputi: inventarisasi naskah, pendeskripsian fisik naskah dan
teks, transliterasi dan penyuntingan, serta ringkasan isi.
Penelitian ini akan berfokus mengkaji pupuh
ke 81 hingga ke 89. Pupuh-pupuh ini disebut sebagai cerita tambahan oleh
penulis naskah. Terdapat empat cerita yaitu cerita Syekh Tekawardi, Syekh
Hidayatullah, Cerita tentang Nabi Muhammad, dan cerita tentang Pandita
Mustaqim. Hasil penelitian ini adalah menyajikan teks yang dapat dibaca dan
dipahami oleh masyarakat saat ini. Penelitian ini diharapkan bisa membantu
pelestarian warisan dari masa lalu dalam wujud naskah serta memberi kontribusi
bagi khazanah filologi kesusastraan Jawa.
Ambiya manuscripts are containing stories
of the prophets. The number of Ambiya manuscripts is very large and collected
by institutions and individuals. Similarly, in this research, the object of
study is the Ambiya manuscript owned by the community of Wonorejo II,
Gadingsari, Sanden, Bantul Regency. This Ambiya manuscript is written in the
form of tembang and uses the Pegon script. The application of
philological methods includes: manuscript inventory, physical description of
the manuscript and text, transliteration and editing, and a summary of the
contents.
This research will focus on examining
cantos 81 to 89. These cantos are referred to as additional stories by the
scriptwriter. There are four stories, namely the story of Sheikh Tekawardi,
Sheikh Hidayatullah, stories about the Prophet Muhammad, and stories about
Pandita Mustaqim. The results of this research present texts that can be read
and understood by today's society. This research is expected to help preserve
the heritage of the past in the form of manuscripts and contribute to the
philological treasure of Javanese literature.
Kata Kunci : filologi, naskah, Ambiya, Bantul.