MITIGASI HARMFUL ALGAL BLOOMS (HABs) OLEH ANABAENA SP. MENGGUNAKAN CAESALPINIA SAPPAN BERBASIS AUTONOMOUS UNMANNED SURFACE VEHICLE
Himawan Akbar Mahendra, Ir. Intan Supraba, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng.
2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Fenomena Harmful Algal Blooms (HABs) yang disebabkan oleh Cyanobacteria. telah menjadi permasalahan serius dalam ekosistem perairan, karena dapat meningkatkan toksisitas, menurunkan kualitas air, dan membahayakan organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bahan organik sebagai agen alami dalam mitigasi Cyanobacteria dengan pengujian terhadap parameter kualitas air. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pemanfaatan teknologi Autonomous Unmanned Surface Vehicle (USV) sebagai platform penyemprotan otomatis untuk memperluas jangkauan aplikasi ekstrak secara efisien dan sistem pemantauan kualitas air di perairan. Penelitian ini dilakukan di Embung Tirtoagung, Margoagung, Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan implementasi dilakukan dengan pemindahan air ke media uji berupa kolam dan aquarium.
Metode yang digunakan meliputi pendekatan Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ), eksperimen dengan rancangan faktorial dan analisis statistik menggunakan uji ANOVA satu arah, uji ANOVA dua arah, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji korelasi Pearson, serta uji lanjut Post Hoc Tukey HSD. Pengamatan dilakukan dalam dua skala (Laboratorium dan Lapangan) pada skala Lapangan menggunakan dua media perlakuan, yaitu dua aquarium dengan volume masing-masing 250 liter dan kolam dengan volume 4000 liter, selama 12 hari dengan pengukuran parameter kualitas air seperti warna, kekeruhan, TDS, pH, nitrat, nitrit, fosfat, klorofil-a, dan Optical Density (OD) pada 560 nm.
Berdasarkan hasil penelitian dari observasi didapatkan Embung Tirtoagung mengalami HABs yang disebabkan oleh Cyanobacteria dengan spesies dominan Anabaena sp. dipermukaan badan air. Pada konsentrasi tinggi variasi 25%, 50%, dan 100?pat menurunkan jumlah sel Anabaena sp. dalam 2 hari dengan persentase penurunan hingga 76%, 77%, dan 86%. Eksperimen skala Lapangan dengan ekstrak kayu (Caesalpinia sappan) dengan perebusan selama 30 menit pada suhu 95 derajat Celcius efektif menurunkan populasi Anabaena sp., dengan dosis 0,05 gram/100 mL (dosis 50%) dengan pemekatan 1:10 masing-masing sebesar (97%) pada media aquarium dan (100%) pada media kolam. Mekanisme penurunan populasi ditunjukkan oleh adanya disintegrasi struktur sel dan ruptur dinding sel yang mengindikasikan terjadinya lisis akibat aktivitas Reactive Oxygen Species (ROS). Analisis statistik menunjukkan bahwa ekstrak memberikan pengaruh signifikan (p < 0>(Caesalpinia sappan). Berdasarkan temuan tersebut, ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan) terbukti sebagai alternatif organik yang efektif dan ramah lingkungan dalam mitigasi Cyanobacteria jenis Anabaena sp., serta berpotensi untuk diintegrasikan dengan teknologi otonom seperti USV sebagai pendekatan inovatif dan aplikatif dalam pengelolaan kualitas air yang berkelanjutan.