Evaluasi Kualitas Data Rekam Medis Elektronik di RSUD La Patarai Barru
Muhriati, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D
2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar belakang: Rekam
medis elektronik memberikan manfaat seperti kemudahan akses informasi dan peningkatan
keselamatan pasien, namun tantangan kualitas data menjadi hambatan utama.
Kualitas data yang rendah dapat berdampak negatif terhadap efektivitas
pelayanan, evaluasi berkala berdasarkan dimensi kualitas data dan eksplorasi
faktor yang mempengaruhi diperlukan untuk mengidentifikasi kesalahan dan
menjaga kualitas data secara sistematis.
Metode:
Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus eksplanatori dengan desain kasus
tunggal terpancang. Data dikumpulkan melalui observasi 373 rekam medis
elektronik menggunakan simple random
sampling, penilaian berdasarkan 3 dimensi kualitas data kelengkapan,
ketepatan dan keterkinian. Wawancara
mendalam terhadap 12 responden menggunakan teknik purposive sampling untuk mengeksplorasi faktor yang mempengaruhi
kualitas data dari aspek manusia, organisasi, manajerial, teknis dan eksternal
Hasil: Pencatatan
data masih belum optimal,
kelengkapan tertinggi pada elemen identifikasi pasien (nama dan nomor rekam
medis 100%) terendah pada elemen
pekerjaan (76%). Pada asesmen tertinggi
pemeriksaan fisik (tingkat kesadaran 97,3%) terendah pada pemeriksaan
psikososial spiritual (2,4%), pemeriksaan spesialistik tertinggi pada elemen
riwayat pengobatan (99,5%) dan terendah kode diagnosis (9,9%).Ketepatan
pengkodean diagnosis tertinggi (73%) dan terendah 0%, ketepatan penggunaan
singkatan tertinggi (100%) dan terendah (71,4%) keterkinian data tertinggi pada
pemeriksaan penunjang (100%) dan terendah pada pencatatan data pernafasan
(29,5%). Kualitas data dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait.
Faktor manusia seperti pengetahuan, motivasi,pengalaman, dan karakteristik
pengguna, serta faktor organisasi berupa beban kerja, pelatihan dan ketiadaan
SOP mempengaruhi kualitas data, aspek manajerial penyediaan sumber daya belum
disertai dengan evaluasi rutin terhadap isi rekam medis. Konektivitas jaringan,
keterbatasan referensi obat dan duplikasi merupakan kendala teknis. Faktor
eksternal seperti regulasi, akreditasi, dan
lingkungan fisik mendorong perbaikan kualitas data.
Kesimpulan : Peningkatan kualitas data rekam medis elektronik memerlukan penguatan fitur validasi internal dalam sistem atau peringatan otomatis, penyusunan SOP, evaluasi rutin, serta optimalisasi antarmuka serta penataan ruang kerja diperlukan untuk mendorong kelengkapan, ketepatan dan keterkinian data rekam medis elektronik.
Background: Electronic Medical Records
(EMR) offer benefits such as easier access to patient information and improved
patient safety. However, data quality remains a key challenge. Poor data
quality can negatively affect service effectiveness. Therefore, regular evaluations
based on data quality dimensions and exploration of influencing factors are
essential to identify errors and maintain systematic data quality.
Methods: This study used an
explanatory case study approach with a single embedded case design. Data were
collected through observation of 373 EMRs using simple random sampling and
assessed across three data quality dimensions: completeness, correctness, and
currency. In-depth interviews with 12 purposively selected informants were
conducted to explore factors influencing data quality from human,
organizational, managerial, technical, and external aspects.
Results: Data documentation was found
to be suboptimal. Completeness was highest in patient identification (name and
medical record number 100%) and lowest in occupation (76%). In assessment
components, the highest was physical examination (consciousness level 97.3%)
and lowest psychosocial-spiritual assessment (2.4%). In specialized
examination, medication history had the highest completeness (99.5%) and
diagnosis codes the lowest (9.9%). Diagnostic coding accuracy varied from 0% to
73%; abbreviation accuracy ranged from 71.4% to 100%; currency was highest in
supporting examinations (100%) and lowest in respiratory data (29.5%). Data
quality was influenced by interrelated factors including human aspects
(knowledge, motivation, experience, user characteristics), organizational
factors (workload, training, lack of SOP), managerial factors (limited
evaluation), technical barriers (network connectivity, drug reference
limitations, duplication), and external factors (regulations, accreditation,
physical work environment).
Conclusion: Improving EMR data quality requires
stronger system-based validation features, SOP development, regular content
evaluation, interface optimization, and ergonomic workspace arrangement to
enhance data completeness, correctness, and currency.
Kata Kunci : Rekam Medis Elektronik, Dimensi Kualitas Data, Faktor Kualitas Data