Penentuan awal keberadaan situs purbakala dengan menggunakan teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis
Sutiyono, Prof. Dr. Dulbahri; Taufik Hery Purwanto, S.Si.; M.Si
2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini berjudul: "Penentuan Awal Keberadaan Situs Purbakala Dengan Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis". Daerah penelitian ini berada di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulon progo. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) Mengetahui ketelitian teknik penginderaan jauh dalam menentukan parameter parameter fisik yang mempengaruhi letak situs. (2) Pemetaan potensi situs purbakala melalui Sistem Informasi Geografis. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah citra Landsat 7 ETM hasil perekaman bulan Agustus 2002, daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan menggunakan teknik penginderaan jauh dan cek lapangan, dan dibantu dengan Sistem Informasi Geografis. Teknik perolehan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi teknik interpretasi citra Landsat 7 ETM untuk memperoleh parameter -parameter lahan, yaitu bentuklahan, jenis tanah, dan cek lapangan yang dilakukan untuk mengetahui ketelitian interpretasi citra dan memperoleh data karakteristik lahan yang tidak dapat diperoleh langsung dari citra yaitu tekstur tanah. Peta potensi situs purbakala diperoleh dengan bantuan Sistem Informasi Geografis, melalui pengharkatan dan pembobotan karakteristik lahan. Peta potensi situs diperoleh dari tumpangsusun antara peta potensi fisik situs dengan peta pola sebaran situs purbakala. Hasil penelitian ini adalah: (1) Citra Landsat 7 ETM dapat digunakan untuk mengenali parameter-parameter lahan melalui teknik interpretasi, dimana ketelitian interpretasi bentulahan mencapai 89,42 % dan jenis tanah sebesar 85,1%. (2) adanya korelasi yang kuat antara sumberdaya alam dengan pola sebaran situs purbakala. (3) lokasi situs yang berpotensi menunjukkan intensitas situs yang lebih besar. Potensi situs diklasifikasi menjadi 5 kelas potensi yaitu potensi I, II, III, IV, dan V. Semakin besar nilai potensinya maka semakin besar intensitas situs purbakala dimana potensi I merupakan kelas potensi yang paling besar dengan luas 392,36 ha atau 0,237% dari daerah penelitian. Tingkat potensi situs yang kurang berpotensi adalah potensi V dengan luas 12371,444 ha atau 7,473%.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis, Situs purbakala