Hidrostratigrafi pada akuifer wilayah kepesisiran daerah Krakal dan Sundak kabupaten Gunungkidul
Arviana Khrisma Indriani, Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si.
2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANBatas wilayah kepesisiran Krakal dan Sundak sebagai daerah penelitian dimulai dari zona pecah gelombang (breakers zone) hingga daerah atas (hinterland). Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun model hidrostratigrafi akuifer dan menganalisis karakteristik akuifer di wilayah kepesisiran Krakal dan Sundak. Model hidrostratigrafi akuifer dan analisis karakteristik akuifer dilakukan dengan survey pendugaan geolistrik menggunakan konfigurasi Schlumberger untuk menentukan nilai tahanan jenis material sebagai penyusun akuifer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yaitu pengukuran dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu berdasarkan satuan bentuklahan di wilayah kepesisiran Krakal dan Sundak yang mempunyai topografi datar (0-3%). Satuan bentuklahan yang digunakan sebagai daerah survey pendugaan geolistrik adalah satuan bentuklahan gisik pantai dan satuan bentuklahan dataran aluvial karst. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa material dominan penyusun akuifer di daerah penelitian terdiri atas material lempung napal dengan kisaran nilai tahanan jenis material < 1 ohm-meter, material pasir pantai dengan nilai tahanan jenis material 110 ohm-meter, material aluvium bergamping dengan kisaran nilai tahanan jenis material 10-100 ohm-meter, dan material batugamping lunak dengan rongga berisi air mempunyai kisaran nilai tahanan jenis material 100-1000 ohm-meter. Kondisi hidrostratigrafi akuifer di daerah penelitian terdiri atas 2 hidrostratigrafi akuifer berdasarkan satuan bentuklahannya yaitu hidrostratigrafi akuifer pada satuan bentuklahan gisik pantai dan hidrostratigrafi pada satuan bentuklahan dataran aluvial karst. Hidrostratigrafi akuifer pada wilayah satuan bentuklahan gisik pantai hanya terdiri atas 1 jenis akuifer yaitu akuifer bebas dengan produktivitas airtanahnya rendah yang tersusun oleh material dominan berupa material lempung napal dengan potensi mengandung airtanah sangat asin yang terletak pada kedalaman rata-rata ± 12,02 meter hingga 58 meter dengan ketebalan rata-rata ± 45,54 meter dan pasir pantai dengan potensi mengandung airtanah sangat asin yang terletak pada kedalaman rata-rata ± 2,12 meter hingga 15,76 meter dengan ketebalan rata-rata ± 12,61 meter. Hidrostratigrafi akuifer pada wilayah satuan bentuklahan dataran aluvial karst terdiri atas 3 jenis akuifer dengan produktivitas airtanahnya sedang yaitu akuifer bebas, akuifer semi tertekan, dan akuifer sekunder. Akuifer bebas tersusun oleh material dominan berupa material aluvium bergamping dengan potensi mengandung airtanah tawar terletak pada kedalaman rata-rata + 2,14 meter hingga 10 meter meter dengan ketebalan rata-rata ± 7,56 meter. Akuifer ini tersusun pula oleh material lempung napal dengan potensi mengandung airtanah sangat asin yang terletak pada kedalaman rata-rata 12,75 meter hingga 28 meter dengan ketebalan rata-rata ± 15,25 meter. Akuifer semi tertekan yang tersusun oleh material aluvium bergamping dengan potensi mengandung airtanah tawar yang terletak pada kedalaman rata-rata ± ± 20,3 meter hingga 32,77 meter dengan ketebalan rata-rata 12,45 meter dan tersusun pula oleh material lempung napal dengan potensi mengandung airtanah sangat asin yang terletak pada kedalaman rata-rata + 29,52 meter hingga 57,62 meter dengan ketebalan rata-rata + 28,1 meter. Akuifer sekunder yang tersusun oleh material batugamping lunak dengan rongga berisi air yang berpotensi mengandung airtanah tawar, payau, asin, dan sangat asin terletak pada kedalaman rata-rata ± 4,54 meter hingga 21,07 meter dengan ketebalan rata-rata 15,76 meter
-
Kata Kunci : Hidrostratigrafi, Tahanan Jenis, dan Wilayah Kepesisiran,Gunungkidul,DIY