Laporkan Masalah

Securitization and its Effects on Foreign Direct Investments (FDI) in Indonesia through the National Vital Object Policy

Stefan Christian Gultom, Prof. Dr. Amalinda Savirani, S.IP., MA.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Tesis ini meneliti hubungan antara praktik sekuritisasi dan investasi langsung asing (FDI) di Indonesia melalui kebijakan Objek Vital Nasional (OVN). Isu ini sangat penting karena Indonesia sangat bergantung pada pembangunan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan ekonominya, dan pembangunan tersebut memerlukan investasi modal yang besar. Hingga tahun 2024, terdapat lebih dari 600 Objek Vital Nasional yang tersebar di berbagai sektor seperti energi, transportasi, dan telekomunikasi—banyak di antaranya bergantung pada modal asing, termasuk FDI, untuk beroperasi dan berkembang. Sekuritisasi merujuk pada proses di mana aktor negara membingkai isu atau sektor tertentu sebagai ancaman eksistensial, sehingga dapat membenarkan penggunaan langkah-langkah luar biasa untuk menanganinya. Dengan menggunakan teori tindak tutur sebagai kerangka analisis, studi ini mengeksplorasi bagaimana pemerintah Indonesia secara diskursif membangun narasi bahwa infrastruktur strategis merupakan isu keamanan melalui pernyataan resmi, kebijakan, dan instrumen hukum. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, studi ini menggunakan analisis wacana kualitatif terhadap pidato presiden, dokumen regulasi, dan teks kebijakan terkait dari tahun 2014 hingga 2024. Temuan menunjukkan bahwa praktik sekuritisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap FDI; pertama, sekuritisasi menciptakan ketidakpastian hukum dan regulasi, terutama di sektor-sektor yang dilabeli sebagai sensitif atau vital (misalnya infrastruktur energi dan pusat data, di mana definisi “sensitif” ditentukan oleh negara berdasarkan persepsi ancaman); kedua, sekuritisasi membatasi akses asing ke industri-industri strategis dan bernilai tinggi (seperti telekomunikasi dan pertambangan), yang cenderung mengurangi kepercayaan dan minat investor; dan ketiga, sekuritisasi berkontribusi pada persepsi meningkatnya risiko politik, yang berpotensi menghambat komitmen investasi jangka panjang. Hasil-hasil ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tujuan keamanan nasional dan terciptanya iklim investasi yang stabil dan menarik.

This thesis examines the relationship between securitization practices and foreign direct investment (FDI) in Indonesia through Indonesia's policy of national vital objects. This issue is crucial because Indonesia relies heavily on infrastructure development to sustain its economic growth, and such development requires substantial capital investment. As of 2024, there are over 600 designated National Vital Objects (OVN) spread across sectors like energy, transportation, and telecommunications—many of which depend on foreign capital, including FDI, to operate and expand. Securitization refers to the process by which state actors frame certain issues or sectors as existential threats, thereby justifying the use of extraordinary measures to address them. Using speech act theory as an analytical framework, the study explores how the Indonesian government discursively constructs strategic infrastructures as security concerns through official statements, policies, and legal instruments. To answer the research question, this study employs a qualitative discourse analysis of presidential speeches, regulatory documents, and relevant policy texts from 2014 to 2024. The findings show that securitization has significant implications for FDI; first, it introduces legal and regulatory uncertainty, particularly in sectors labelled as sensitive or vital (e.g., energy infrastructure and data centers, where the definition of "sensitive" is determined by the state through its understanding of threat); second, it limits foreign access to strategic and lucrative industries (such as telecommunications and mining), which tends to reduce investor confidence and interest; and third, it contributes to the perception of heightened political risk, plausibly discouraging long-term investment commitments. These outcomes highlight the need for a careful balance between national security objectives and the maintenance of a stable, attractive investment climate.

Kata Kunci : securitization, foreign direct investment, speech act theory, national vital objects

  1. S2-2025-526936-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526936-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526936-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526936-title.pdf