Hubungan potensi pariwisata dengan pembiayaan pembangunan pariwisata di provinsi Jawa Tengah tahun 1998-2002
Arief Azrul Amar, Drs. Sujali, M.S.
2009 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPariwisata telah mengalami pergeseran fungsi dalam kehidupan manusia. Saat ini pariwisata dipandang sebagai kebutuhan serta aktivitas yang penting. Potensi pariwisata yang baik di suatu daerah dapat menghasilkan pendapatan daerah di sektor pariwisata yang tinggi. Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah turut mengatur bagaimana roda kepariwisataan serta pembiayaan pembangunan di dalamnya berjalan. Lokasi penelitian ini adalah Propinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitan ini adalah 1) mengidentifikasi kondisi potensi pariwisata, 2) mengetahui dinamika besaran pembiayaan pembangunan pariwisata, 3) mengidentifikasi hubungan antara potensi pariwisata dengan pembiayaan pembangunan pariwisata, dan 4) mengetahui kebijakan kepariwisataan Metode Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kulitatif memakai metode grafik yang digunakan untuk mengetahui Trend pembiayaan sektor pariwisata di daerah sampel. Metode Klasifikasi dan metode purposive sampling digunakan untuk mencari daerah sampel penelitian. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tentang variabel potensi pariwisata serta untuk menjelaskan kebijakan kepariwisataan. Analisis komparatif deskriptif digunakan untuk mengetahui hubungan antara potensi dan pembiayaan pembangunan pariwisata. Secara umum hasil penelitian ini adalah daerah dengan tingkat potensi pariwisata tinggi memiliki tingkat kunjungan wisatawan dan jumlah obyek yang tinggi, kualitas dan jenis obyek juga ikut mempengaruhi. Kemudian adanya perbandingan selisih yang besar antara pembiayaan pembangunan pariwisata dengan jumlah total pembiayaan seluruh sektor dalam APBD, proporsi pembiayaan pembangunan sektor pariwisata relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah total pembiayaan seluruh sektor pembangunan dalam APBD. Pada akhirnya, tidak ada hubungan antara potensi pariwisata dengan pembiayaan pembangunan pariwisata dengan berdasarkan pada perbandingan Trend bahwa daerah potensi tinggi maka pembiayaan yang terjadi belum tentu tinggi, begitupula dengan daerah potensi sedang serta rendah.
-
Kata Kunci : potensi, pembiayaan, kebijakan, pariwisata,Jawa Tengah