Perilaku Food Waste Rumah Tangga di Kota Surakarta
Nimas Suci Kusuma Melati, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2025 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPermasalahan food waste di tingkat rumah tangga menjadi tantangan besar dalam upaya menjaga ketahanan pangan, termasuk di Kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis dan tingkat food waste, menggambarkan perilaku food waste, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku food waste, serta memahami bagaimana perilaku food waste berpengaruh terhadap tingkat food waste dan niat untuk menguranginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM dengan melibatkan 150 rumah tangga sebagai responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis food waste yang paling banyak dihasilkan berasal dari makanan pokok sebesar 33,83%. Tingkat food waste rumah tangga tercatat memiliki nilai maksimum 35%, minimum 0%, dan rata-rata sebesar 7,5%. Sementara itu, perilaku food waste rumah tangga tergolong sedang dengan skor rata-rata 3,11. Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh terhadap perilaku food waste antara lain niat untuk membuang makanan (intention to do food waste), harga makanan, dan jumlah bantuan sosial. Sedangkan faktor-faktor seperti religious knowledge, pendapatan rumah tangga, dan tingkat pendidikan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Perilaku food waste berpengaruh nyata terhadap tingkat food waste dan niat untuk menguranginya. Semakin tinggi perilaku food waste, semakin besar tingkat food waste yang dihasilkan, dan semakin tinggi perilaku food waste, semakin rendah niat untuk memperbaiki kebiasaan tersebut. Hasil ini menekankan pentingnya mendorong perubahan perilaku konsumsi sebagai langkah awal dalam upaya pengurangan food waste di tingkat rumah tangga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam merancang program-program pengurangan food waste yang lebih efektif, terutama melalui penguatan kesadaran, edukasi, dan pembentukan norma sosial baru di masyarakat.
The issue of food waste at the household level remains a major challenge in efforts to strengthen food security, including in the city of Surakarta. This study was conducted to examine the types and levels of household food waste, to describe household food waste behavior, to identify the factors influencing food waste behavior, and to understand how food waste behavior affects both the amount of food waste generated. A quantitative approach was used, employing the PLS-SEM method with a sample of 150 households. The findings revealed that the most common type of food waste came from staple foods, accounting for 33.83%. Household food waste levels ranged from 0% to a maximum of 35%, with an average of 7.5%. Meanwhile, food waste behavior was classified as moderate, with an average score of 3.11. Several factors were found to significantly influence food waste behavior, including the intention to discard food (intention to do food waste), food prices, and the amount of social assistance received. In contrast, religious knowledge, household income, and educational level did not show a significant impact. Food waste behavior had a significant effect on both the level of food waste. These results highlight the critical need to promote changes in consumption behavior as a first step toward reducing household food waste. It is hoped that the findings of this study can serve as a foundation for designing more effective food waste reduction programs, particularly by enhancing awareness, strengthening educational efforts, and fostering new social norms within communities.
Kata Kunci : Food Waste, Rumah Tangga, Theory of Planned Behavior, Konsumsi, Perkotaan