POLITIK SELEBRITISASI MASYARAKAT TONTONAN Kajian Wacana Multimodal atas Akun TikTok @siscakohl
Krisna Megantari, Prof. Dr. Heru nugroho; Dr. Dian Arymami, M.Hum
2025 | Disertasi | S3 Kajian Budaya dan Media
Terdapat pergeseran makna selebritas yang kini lebih terfokus pada keterlibatan
sosial di dunia maya daripada prestasi konvensional. Pertarungan kelas dengan
menggunakan tanda sengaja diciptakan. Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang
berlomba-lomba memproduksi konten-konten yang bersifat menghibur demi mendapatkan
keuntungan dan menjadi kategori selebritas TikTok. Salah satu akun TikTok tersebut adalah
@siscakohl dengan jumlah pengikut sebanyak 18,5 juta followers pada tahun 2021 dan
termasuk dalam kategori selebritas makro. Melesatnya konten hedon yang disambut oleh
pengguna TikTok dapat menjadi bagian yang tidak lepas dari bentuk masyarakat tontonan.
Akun TikTok @siscakohl menyajikan konten-konten hedonistik dalam videonya, Akan
tetapi dapat memenangkan perhatian publik. Hal ini tidak terlepas dari dinamika politik
selebritasasi dan asumsi bahwa hasrat untuk tampil, hasrat untuk berkuasa, hasrat untuk
merayakan adalah yang mendasari produksi wacana TikTok dalam akun @siscakohl.
Kehadiran TikTok dalam kelindan masyarakat tontonan menjadikan fenomena ini menarik
untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis fenomena selebritisasi melalui akun
TikTok Sisca Kohl, dengan menggunakan pemikiran Olivier Driessens, Guy Debord, serta
Briziarelli dan Armano. Driessens berkontribusi melalui teori selebritisasi yang menjelaskan
bagaimana akun TikTok @siscakohl membangun citra selebritas di media sosial, sementara
pemikiran Debord tentang masyarakat tontonan digunakan untuk mengkaji bagaimana
konten TikTok Sisca Kohl menampilkan konsumsi material dan gaya hidup mewah dapat
memperkuat nilai-nilai hedonisme yang menarik bagi audiens serta diperkuat oleh konsep
Spectacle 2.0 yang diperkenalkan oleh Briziarelli dan Armano yang mengadaptasi era digital
dengan konsep mengintegrasikan kapitalisme informasi dan media sosial sebagai bentuk
eksploitasi baru dalam masyarakat kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode analisis
wacana multimodal dari Gunther Kress. Hasilnya menunjukkan bahwa selebritisasi di media
sosial TikTok akun @siscakohl dilakukan dalam tiga tema: makanan, relasi, dan gaya hidup
yang tidak hanya membentuk citra diri dan pengakuan sosial, tetapi juga memperkuat narasi
konsumsi dan hedonisme sebagai bagian dari politik selebritisasi dalam masyarakat tontonan
modern.
There has been a shift in the meaning of celebrity, now more focused on social
engagement in the digital world rather than conventional achievements. Class struggle is
deliberately created through the use of signs. This demonstrates how individuals compete to
produce entertaining content in order to gain profit and become part of the TikTok celebrity
category. One such TikTok account is @siscakohl, which had 18.5 million followers in
2021, placing it in the macro-celebrity category. The rise of hedonistic content embraced by
TikTok users is an inseparable part of the spectacle society. The TikTok account @siscakohl
presents hedonistic content in its videos, yet successfully attracts public attention. This is
closely linked to the dynamics of celebrity politics and the assumption that the desire to
appear, the desire to wield power, and the desire to celebrate underpin the production of
TikTok discourse on the @siscakohl account. The presence of TikTok in the spectacle
society makes this phenomenon an interesting subject for research. The aim of this study is
to analyze the phenomenon of celebrity creation through the TikTok account of Sisca Kohl,
using the ideas of Olivier Driessens, Guy Debord, and Briziarelli and Armano. Driessens
contributes through his theory of celebrity creation, explaining how the TikTok account
@siscakohl builds a celebrity image on social media, while Debord‘s concept of the society
of the spectacle is used to examine how Sisca Kohl‘s TikTok content, which features
material consumption and a luxurious lifestyle, reinforces hedonistic values that attract
audiences, further strengthened by the Spectacle 2.0 concept introduced by Briziarelli and
Armano, which adapts the digital era by integrating information capitalism and social media
as a new form of exploitation in capitalist society. This study uses Gunther Kress‘s
multimodal method. The results show that celebrity creation on TikTok through the
@siscakohl account is carried out in three themes: food, relationships, and lifestyle, which
not only shape self-image and social recognition but also reinforce the narrative of
consumption and hedonism as part of the politics of celebrity creation in modern spectacle
society.
Kata Kunci : Celebritization, Society of Spectacle, Information Capitalism, Hedonism, Multimodal