Perbandingan Angka Kejadian Seksio Sesarea dan Asfiksia Neonatorum pada Ibu Hamil PEB dengan Obesitas dan Tanpa Obesitas
ANNISA FITRIANI, dr. Ahsanudin Attamimi, SpOG, Subsp.KFm, M.Med.Ed; Dr. dr. Moh. Nailul Fahmi, SpOG, Subsp.Onk
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Latar Belakang: Prevalensi kehamilan dengan obesitas morbid di Indonesia meningkat dari 14,8% menjadi 21,8?ri tahun 2013 hingga tahun 2018 dan menjadi masalah yang dapat mengancam kehamilan bagi ibu dan bayi. Obesitas juga terbukti berhubungan dengan peningkatan riseksio sesarea, asfiksia neonatorumbesitas dan preeklamsia pada ibu hamil dapat secara independen berhubungan dengan hasil yang lebih buruk bagi ibu dan bayi seperti persalinan Seksio Sesarea (SC) dan asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan luaran angka SC dan asfiksia neonatorum pada preeklamsia berat dengan obesitas sebagai faktor risiko.
Tujuan: Menganalisis perbedaan angka kejadian seksio sesarea dan asfiksia neonatorum pada ibu hamil dengan preeklamsia berat yang memiliki dan tidak memiliki faktor risiko obesitas.
Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan desain potong lintang. Data penelitian bersumber dari data rekam medis ibu hamil dengan preeklamsia berat yang melahirkan dan mendapatkan perawatan di RSUP Dr. Sardjito pada Agustus 2023 hingga April 2024. Total sampel penelitian adalah 104 ibu hamil yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi yang terdiri dari 50 ibu hamil dengan obesitas dan 54 ibu hamil tanpa obesitas.
Hasil Penelitian: secara bivariat, persalinan SC (p=0,001, RP=1,450, CI95%=1,177-1,787) dan kejadian asfiksia (p=0,035, RP=1,389, CI95%=1,019-1,893) signifikan lebih tinggi pada bayi ibu PEB obesitas. Secara multivariat, tidak ditemukan variabel luar yang berhubungan signifikan terhadap persalinan SC. Sedangkan pada kejadian asfiksia, prematuritas (p=0,010, adjRP=1,852, CI95%=1,497-3,006), sindrom HELLP (p=0,002, adjRP=1,751, CI95%=1,122-3,080), dan usia lanjut ibu (p=0,032, adjRP=1,651, CI95%=1,356-2,809) signifikan meningkatkan risiko kejadian asfiksia bayi. Kejadian asfiksia bayi signifikan lebih rendah pada bayi ibu dengan peningkatan BB yang tidak sesuai IOM (p=0,003, RP=0,415, CI95%=0,051-0,539).
Kesimpulan: Obesitas pada ibu hamil dengan PEB meningkatkan risiko SC dan asfiksia pada bayi.
Background: The prevalence of pregnancy with morbid obesity in Indonesia has increased from 14.8% to 21.8% from 2013 to 2018 and become a problem that can threaten pregnancy for both mother and baby. Obesity has also been shown to be associated with an increased risk of severe preeclampsia, whereas obesity and severe preeclampsia in pregnant women may independently be associated with worse outcomes for both mother and baby. This study is to analyse the difference in cesarean delivery rates and neonatal asphyxian in severe preeclampsia with obesity as risk factor.
Objective: To analyze the differences in the incidence of cesarean delivery and neonatal asphyxia in pregnant women with severe preeclampsia who have and do not have obesity risk factors.
Methods: This is an analytical study with a cross-sectional design. The research data is sourced from medical records of pregnant women with PEB who gave birth at Dr. Sardjito General Hospital from August 2023 to April 2024. The total sample of the study was 104 pregnant women who met the research criteria, consisting of 50 obese mothers and 54 non-obese mothers.
Results: In bivariate analysis, cesarean delivery (p=0.001, RP=1.450, CI95%=1.177-1.787) and neonatal asphyxia (p=0.035, RP=1.389, CI95%=1.019-1.893) were significantly higher among infants of obese mothers. In multivariate analysis, there were no significant external variables associated with cesarean delivery. Prematurity (p=0.010, adjRP=1.852, CI95%=1.497-3.006), HELLP syndrome (p=0.002, adjRP=1.751, CI95%=1.122-3.080), and advanced maternal age (p=0.032, adjRP=1.651, CI95%=1.356-2.809) significantly increased the risk of infant asphyxia. The incidence of neonatal asphyxia was significantly lower in infants of mothers with an increase in BW that was not in accordance with the IOM (p=0.003, RP=0.415, CI95%=0.051-0.539).
Conclusion: Obesity in pregnant women with PEB increases the risk of cesarean delivery and neoantal asphyxia.
Kata Kunci : Kehamilan, preeklamsia berat, obesitas, seksio sesarea, asfiksia neonatorum