Laporkan Masalah

Kajian penggunaan citra satelit Ikonos dan Quick Bird untuk kepentingan pemeliharaan basis data SISMIOP :: Studi kasus di KPPBB Bandung Satu

SWARTOKO, Ir. Djurdjani, MS.,M.Eng

2004 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan saat ini dalam pemeliharaan basis data Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak (SISMIOP) telah mulai menggunakan citra satelit beresolusi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan citra IKONOS Geo Colour dan Quick Bird Standard Colour untuk pemeliharaan basis data SISMIOP dengan studi kasus di Kota Bandung, Jawa Barat. Untuk melihat kemampuan masing-masing citra dilakukan beberapa pengujian yaitu uji geometrik titik, uji geometrik jarak, uji akurasi luasan, uji akurasi interpretasi dan analisa biaya. Uji titik dilakukan atas 6 titik. Uji jarak dilakukan dengan menggunakan 3 sampel objek pajak dengan melakukan pengukuran jarak pada 15 sisi. Uji luas dilakukan pada 3 blok di Kelurahan Citarum Kecamatan Bandung Wetan, yaitu blok 1, blok 4 dan blok 9 yang meliputi 242 objek pajak dengan melakukan digitasi on screen terhadap citra, kemudian hasil luasnya dibandingkan dengan luas hasil pengukuran lapangan menggunakan uji statistik yaitu uji t dua pihak (two tail test) dengan taraf signifikansi 5% dan uji F. Sedangkan untuk kepentingan Pajak Bumi dan Bangunan menggunakan toleransi perbedaan luas sesuai KEP-533/PJ/2000 dengan tingkat kepercayaan 90%. Uji interpretasi dilakukan terhadap 242 objek pajak dengan 249 jenis penggunaan bidang/bangunan dengan uji Short. Analisa biaya diperoleh dengan cara membandingkan biaya perolehan citra dengan standar biaya pada KEP-533/PJ/2000. Hasil penelitian pada uji titik citra Quick Bird lebih teliti dibandingkan dengan IKONOS, dimana pergeseran titik pada Quick Bird berkisar antara 0,02 sampai 0,40 meter, sementara pada IKONOS 0,11 sampai 2,39 meter. Dari uji jarak walaupun hanya dengan perbedaan yang kecil Quick Bird masih lebih teliti daripada IKONOS, dimana kesalahan pengukuran berkisar 0,03% sampai 0,66% dengan pola, semakin panjang sampel yang diuji semakin akurat, sementara pada Citra IKONOS terdapat kesalahan pengukuran 0,27% sampai 12,14% dengan pola kesalahan acak walaupun secara umum semakin panjang sampel semakin akurat. Uji luas dengan uji-t dan uji-F memperlihatkan bahwa data luas hasil digitasi on screen dari Citra Quick Bird dan IKONOS signifikan. Hasil pengujian terhadap KEP-533/PJ/2000 diperoleh hasil tingkat kesalahan pada citra Quick Bird sebesar 9,5% yang berarti memenuhi batas toleransi kesalahan sebesar 10% dan pada Citra IKONOS didapatkan tingkat kesalahan sebesar 27,3% yang berarti tidak memenuhi toleransi kesalahan 10%. Dari hasil interpretasi ketelitian yang diperoleh dari citra Quick Bird sebesar 94,78% dan IKONOS sebesar 93,98% telah memenuhi standar ketelitian minimal Short sebesar 85% pada tingkat kepercayaan 95%. Analisis biaya untuk pemeliharaan basis data SISMIOP berdasarkan standar biaya KEP-533/PJ/2000 sebesar Rp 1.580,50 didapatkan biaya per objek pajak untuk citra Quick Bird sebesar Rp 132,30 dan IKONOS sebesar Rp 194,80, sehingga penggunaan kedua citra tersebut lebih hemat dibanding standar KEP-533/PJ/2000, dimana Quick Bird lebih murah dibanding IKONOS. Dari hasil penelitian ini, secara keseluruhan Citra Quick Bird lebih unggul dari Citra IKONOS.

The Directorate of Land and Building Tax and Duty on Land and Building Acquisition have already used high resolution satellite images in order to maintain the Management Information of Taxes Object System (SISMIOP) databases . The aim of the research is to understand the ability of IKONOS Colour Geo image and Quick Bird Colour Standard for maintaining of SISMIOP databases throught a case study in Bandung Town, West Java. To understand the performance of both images some investigations such as geometrical analysis for points coordinate, distance area, and non-geometrical analysis (accurancy of interpretation) as well as cost anallysis were conducted. The total samples used in this investigation are : 6 points, 15 distances, 242 areas covering 3 blocks of Citarum village in the District of East Bandung (block 1, 4 and 9). First of all, sample areas on the images were digitised. The computed areas then were compared to the observed areas using direct observation. Two statistical tests namely T statistical test with 5% degree of confidence and F test were used to know the accurancy of computed areas. For the purpose of Land and Buliding Tax, the maximum deviation was based on the KEP-533/PJ/2000 with 90% level of confidence. For non-geometrical analysis, 242 sample objects and 249 various type of land uses / building were selected. The Short test was selected to know the performance of the interpretation result. The cost analysis was done by comparing all the expenses to acquire both images based on standard cost from KEP-533/PJ/2000. For point coordinate analysis, the result shows that Quick Bird image provides more accurate result than IKONOS image, since the accuracy of points coordinate is 0,02- 0,40 m and 0,11-2,39 m respectively. The result of distance analysis indicates that distances obseved on the Quick Bird image have better accuracy than distances done on the IKONOS image. The accuracy of observed distance on Quick Bird image is 0,03%- 0,66% which shows that the longer distance the more accurate the result will be. On the other hand, IKONOS image gives accuracy 0,27%-12,14% on the random pattern. The area analysis using t-test and F-test show that area digitised on Quick Bird and IKONOS have a comparable accuracy. By using KEP-533/PJ/2000, the error level of area from Quick Bird and IKONOS are 9,5% and 27,3% respectively. It means that Quick Bird can fulfill the requirements (10%) while the other can’t. The result of non-geometrical analysis shows that the accurancy interpretation from Quick Bird and IKONOS are higher than the minimum accurancy of the Short test (85%) on 95% level of confidence. The cost analysis for maintaining SISMIOP databases referred to KEP-533/PJ/2000 indicates that the cost required for Quick Bird is Rp 132,30 per tax object, while IKONOS requires Rp 194,80 per tax object. Both amounts are still lower then unit cost from the reference. Over all, the Quick Bird image provides better performance than IKONOS especially for maitaining SISMIOP databases.

Kata Kunci : Citra Satelit Ikonos,Quick Bird,Basis Data SISMIOP, IKONOS Colour Geo, Quick Bird Colour Standard, ability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.