Laporkan Masalah

Parental Expectations and Acts of Resistance Among Chinese-Indonesian Youth

Eugenia Yohana Harjono, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemuda Tionghoa-Indonesia menavigasi dan merespons ekspektasi orang tua yang dibentuk oleh pengaruh budaya, sejarah, dan lintas generasi. Berakar pada nilai-nilai Konfusianisme seperti bakti anak (filial piety) dan dibayangi oleh trauma kerusuhan anti-Tionghoa tahun 1998, ekspektasi orang tua seringkali menekankan pada prestasi akademik, kesuksesan karier, serta menjaga nama baik keluarga. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, wawancara mendalam dilakukan terhadap lima pemuda Tionghoa-Indonesia berusia 20-25 tahun di Jakarta, yang orang tuanya mengalami langsung peristiwa 1998. Analisis tematik mengungkap empat tema utama: Tanggung Jawab Filial dan Keinginan Menjaga Nama Baik Keluarga, Ekspektasi Tinggi dalam Akademik, Karir, dan Kepribadian, Kontrol Orang Tua dan Taktik Pengaruh, serta Menegosiasikan dan Resist Ekspektasi Orang Tua: Komunikasi, Kompromi, Penghindaran. Temuan menunjukkan kompleksitas emosional dalam memenuhi kewajiban keluarga sambil menegaskan otonomi pribadi, di mana bentuk resistance yang dilakukan, baik secara pasif maupun negosiasi, bukan sekadar pembangkangan, melainkan upaya untuk menjadi identitas budaya dan agensi individu.

This study investigates how Chinese-Indonesian youth navigate and resist parental expectations shaped by cultural, historical, and intergenerational influences. Grounded in Confucian values such as filial piety and shaped by the legacy of the 1998 anti-Chinese riots, parental expectations often emphasize academic excellence, career success, and family reputation. Using a qualitative case study approach, in-depth interviews were conducted with five Chinese-Indonesian individuals ages 20-25 in Jakarta, all with parents who lived through the 1998 riots. Thematic analysis revealed four key themes: Filial Responsibility and Desire to Uphold Family Honor, High Expectations in Academics, Career, and Character, Parental Control and Tactics of Influence, and Negotiating and Resisting Parental Expectations: Communication, Compromise, Avoidance. Findings highlight emotional complexity of fulfilling familial duties while asserting personal autonomy, revealing how resistance; often passive or negotiated; is not simply rebellion but a nuanced means of maintaining both cultural identity and individual agency. 

Kata Kunci : Pemuda Tionghoa-Indonesia, Ekspektasi orang tua, Resistance, Bakti anak, Identitas budaya, Chinese-Indonesian youth, Parenal expectations, Resistance, Filial piety, Cultural identity

  1. S1-2025-472675-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472675-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472675-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472675-title.pdf