Laporkan Masalah

Pengaruh faktor-faktor produksi terhadap nilai tambah industri kerajinan bambu dan mendong didesa Sendangagung dan Sendangsari kecamatan Minggir kabupaten Sleman

Wina Riyati, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.; Drs. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pengembangan Kecamatan Minggir diprioritaskan untuk sektor pertanian dan sektor industri. Pengembangan kedua sektor tersebut merupakan kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomis yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya lain khususnya sebagai lahan pertanian basah. Usaha penduduk untuk mendukung pengembangan pertanian dilakukan dengan kegiatan industri kerajinan, antara lain: industri kerajinan bambu, mendong, kayu dan gerabah. Industri kerajinan di Kecamatan Minggir tersebar secara merata di tiap desa. Dalam penelitian ini sebagai obyek penelitian adalah industri kerajinan bambu dan mendong di Desa Sendangagung dan Desa Sendangsari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kebijaksanaan di bidang industri yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Sleman, yang akhirnya akan mempengaruhi perkembangan industri kerajinan khususnya industri bambu dan mendong. Perbedaan perkembangan industri kerjinan bambu dan mendong akan mempengaruhi pula faktor-faktor produksi yang digunakan oleh pengusaha yang selanjutnya akan mempengaruhi nilai tambah yang diperoleh pengusaha. Untuk mencapai tujuan tersebut dilaksanakan penelitian dengan metode survai. Responden yang dipilih adalah pengusaha bambu dan mendong sebanyak 120 pengusaha. Untuk menguji hipotesa digunakan tehnik analisa statistik dengan program SPSS/Under Window dengan metode analisa regresi berganda, t-test dan oneway anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah industri kerajinan bambu lebih besar dari pada industri kerajinan mendong. Rata-rata nilai tambah pengusaha industri kerajinan bambu dipengaruhi oleh faktor produksi berupa modal, jarak pemasaran dan jarak bahan baku, sedangkan rata-rata nilai tambah pengusaha mendong dipengaruhi oleh faktor produksi berupa modal dan jumlah tenaga kerja. Perbedaan faktor-faktor produksi dan nilai tambah tersebut akan mempengaruhi perkembangan industri kerajinan. Industri kerajinan bambu lebih berkembang dari pada industri kerajinan mendong. Pada umumnya industri kerajinan mempunyai kaitan dekat dengan kegiatan pertanian dengan mengolah bahan-bahan lokal yang tersedia di daerah tersebut. Dalam perkembangannya kebijaksanaan yang diterapkan oleh pemerintah di bidang industri seharusnya diprioritaskan pada industri yang menumbuhkembangkan industri kecil, rumah tangga dengan pembinaan dan penyuluhan terutama peningkatan ketrampilan dengan melakukan diversifikasi produk khususnya pengusaha Desa Sendangsari. Pengembangan industri Desa Sendangagung dengan melakukan peningkatan ketrampilan serta kerjasama dengan instansi lain yang terkait dengan usaha industri. Maka dalam rangka mengembangkan wilayah Kecamatan Minggir pada umumnya perlu dikembangkan melalui sektor pertanian dan sektor industry.

-

Kata Kunci : Pengaruh faktor produksi,Industri kerajinan bambu,Minggir,Sleman,DIY

  1. S1-2002-115199-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-115199-Blibliography.pdf  
  3. S1-2002-115199-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-115199-Title.pdf