Laporkan Masalah

Analisis Perubahan Kerangka Penghidupan (Livelihood) Masyarakat sebagai Dampak Perkembangan Pariwisata di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali

Vitta Annisa Faradilla, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kecamatan Selo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan daya tarik wisata yang cukup tinggi. Perkembangan pariwisata di Kecamatan Selo telah membuka banyak peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan aktivitas pariwisata dan berdampak kondisi ekonomi dan livelihood masyarakat di Kecamatan Selo. Penurunan ini tidak berlangsung lama, karena Pemerintah Kabupaten Boyolali segera mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan kembali sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aset masyarakat saat penurunan sektor pariwisata pada tahun 2021, mengidentifikasi kondisi aset masyarakat setelah perkembangan pariwisata pada tahun 2024, serta mengkaji perubahan kerangka penghidupan dan dampaknya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis skoring untuk menilai perubahan kondisi livelihood masyarakat dengan memberikan skor pada setiap indikator dari lima variabel atau lima aset penghidupan, yakni aset alam, fisik, manusia, finansial dan sosial. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata berdampak negatif terhadap aset alam dan sosial masyarakat, masing-masing mengalami penurunan skor sebesar 1,32 dan 0,48. Sebaliknya, terdapat peningkatan pada aset fisik (0,51), aset manusia (0,53), dan aset finansial (0,82). Temuan ini mengindikasikan bahwa perkembangan pariwisata di Kecamatan Selo memberikan dampak positif terhadap kondisi fisik, sumber daya manusia, dan finansial masyarakat, namun berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan dan hubungan sosial masyarakat.

Selo is one of the districts in Boyolali Regency, Central Java, which has a high tourisrm attraction.  The development of tourism in Selo District has opened up many economic opportunities for the local society.  However, the Covid-19 pandemic caused a decline  in tourism activities and impacted the economic and livelihood conditions of the society in Selo District  This decline did not take many times, the Boyolali Regency Government quickly took strategic action to optimize the tourism sector again. This research aims to determine the condition of society assets during the decline of the tourism sector in 2021, identify the condition of society assets after the development of the tourism sector in 2024, and identify the  changes in livelihood frameworks and impacts caused by tourism development in Selo District. 

The method used in this research is a descriptive quantitative approach with primary data collection through questionnaires and observations. Data processing is used by scoring analysis to evaluate changes in society livelihood conditions by giving scores to each indicator of five variables or five life assets,such as natural assets, physical assets, human assets, financial assets, and social assets. 

The result of the research shows that tourism development has a negative impact on natural and social assets of the society, each has a score decrease of 1.32 and 0.48 Instead of, there is an increase in physical assets (0.51), human assets (0.53), and financial assets (0,82). These findings indicate that tourism development in Selo District has a positive impact on physical conditions, human resources, and financial society, but has a negative impact on environmental sustainability and social relationships of the society.

Kata Kunci : perkembangan pariwisata, Kecamatan Selo, aset penghidupan, perubahan livelihood

  1. S1-2025-473183-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473183-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473183-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473183-title.pdf