Laporkan Masalah

Efektivitas Repelan Pada Sabun Yang Mengandung Deet & Permethrin Terhadap Nyamuk Culex Quinquefasciatus

Nancy Lidya Paat, dr. Tri Baskoro T. Satoto, MSc

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Nyamuk merupakan salah satu serangga penghisap darah yang mengganggu manusia bukan hanya karena gigitannya saja tetapi seringkali berperan sebagai vektor penyakit-penyakit serta dapat menimbulkan kematian karena menularkan parasit atau virus pada manusia. Penyakit yang ditularkan antara lain adalah filariasis yang merupakan penyakit parasit yang dapat menimbulkan masalah kesehatan dalam urutan kedua sesudah malaria.Anggota Culex pipiens kompleks yang paling besar peranannya sebagai vektor filariasis bancrofti adalah Culex quinquefasciatus. Infeksi filariasis di Indonesia mempunyai angka prevalensi yang cukup tinggi yaitu 10%. Dengan demikian penyebaran penyakit ini harus dihambat. Cara memutuskan mata rantai penularan filariasis yaitu dengan pengendalian vektor filariasis, antara lain adalah menghindari atau mengurangi kontak dan gigitan nyamuk Culex quinquefasciatus dengan menggunakan repelan yang mengandung bahan Deet dan Permethrin yang efektif dan juga aman terhadap kulit manusia yang diformulasikan dalam sabun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas repelan pada sabun yang mengandung Deet dan Permethrin dapat melindungi manusia terhadap gigitan nyamuk Culex quinquefasciatus dan menentukan konsentrasi Deet dan Permethrin yang efektif sebagai repelan. Subyek penelitian ini adalah Deet dan Permethrin yang diuji dalam bentuk sabun dengan konsentrasi 20% Deet dan 0,5% Permethrin sebagai kelompok perlakuan serta 20% Deet dan 1 % Permethrin sebagai kelompok pembanding. Sebagai kelompok kontrol digunakan sabun yang tanpa pemberian penambahan Deet maupun Permethrin. Efektivitas repelan diuji dengan menggunakan nyamuk Culex quinquefasciatus betina dewasa dalam kondisi dilaparkan 1 hari sebelum penelitian berlangsung dan belum pernah menggigit. Obyek penelitian adalah tangan manusia sebagai naracoba. Dari masing-masing kelompok dicatat waktu penolakan dan dihitung jumlah nyamuk yang menggigit dalam tiap satuan waktu pengamatan. Data kemudian diolah dengan analisis variansi satu jalan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan antara sabun yang mengandung 0,5% Permethrin dan 20% Deet dengan sabun yang mengandung 1% Permethrin dan 20% Deet , dengan demikian tidak menunjukkan efek yang berbeda. Pada penggunaannya sebagai repelan dalam formulasi sabun, Deet 20% , Permethrin 0,5% dan Permethrin 1 % adalah efektif dalam usaha pencegahan terhadap gigitan nyamuk Culex quinquefasciatus.

Kata Kunci : Nyamuk Culex Quinquefasciatus, sabun, Deet, Permethrin

  1. S1-FKU_1998-NancyLidyaPaat-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1998-NancyLidyaPaat-Bibliography1.pdf  
  3. S1-FKU_1998-NancyLidyaPaat-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1998-NancyLidyaPaat-Title.pdf