PENERAPAN METODE EXTENDED KALMAN FILTER (EKF) PADA PREDIKSI IRADIASI MATAHARI & TEMPERATUR BERBASIS DATA HISTORIS TIME SERIES
Asdaqul Khair, Ir. Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng., Ph.D ; Dr. Dyonisius Dony Ariananda, S.T., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Teknik Elektro
Prediksi iradiasi matahari (SI) dan temperatur (T) merupakan
komponen krusial dalam sistem operasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),
terutama dalam perencanaan pasokan energi, penyeimbangan beban, dan manajemen
pembangkit cadangan. Penelitian ini menerapkan metode Extended Kalman Filter
(EKF) untuk memprediksi nilai SI dan T secara simultan. Data simulasi diperoleh
dari NASA POWER dengan resolusi per jam pada tiga lokasi representatif: Waduk
Cirata (Indonesia), Cambridge (Inggris), dan Nebraska (Amerika Serikat). Model
prediksi dibangun menggunakan pendekatan regresi kuadratik (polinomial orde-2),
dan dievaluasi pada dua skenario, yakni tanpa penyesuaian (baseline) dan dengan
penyesuaian terhadap matriks kovarians noise pengukuran R. Hasil simulasi menunjukkan
bahwa akurasi prediksi meningkat secara signifikan setelah proses pembaruan dan
penyesuaian dilakukan. Untuk variabel SI, performa terbaik diperoleh dengan
nilai RMSE sebesar 30,797 W/m² dan = 0,976 di Cambridge, 35,691 W/m² dan
= 0,981 di Cirata, serta 38,510 W/m² dan
= 0,978 di Nebraska. Sementara itu,
prediksi variabel T mencapai akurasi tinggi dengan RMSE sebesar 0,252 °C dan
= 0,985 di Cirata, 0,965 °C dan
= 0,977 di Cambridge, serta 1,861 °C dan
= 0,977di Nebraska. Nilai RMSE yang diperoleh secara konsisten lebih kecil dari
simpangan baku data aktual masing-masing lokasi, mengindikasikan bahwa model
mampu mmerepresentasikan dinamika fluktuatif SI dan T dengan baik. Dengan
kompleksitas komputasi yang rendah, metode EKF terbukti efektif dan efisien
untuk sistem estimasi real-time pada PLTS berbasis data historis dan pengukuran
aktual.
The prediction of solar irradiance (SI) and temperature (T)
is a crucial component in the operation of solar power plants (PLTS),
particularly in energy supply planning, load balancing, and reserve management.
This study applies the Extended Kalman Filter (EKF) approach to simultaneously
predict SI and T values. Simulation data were obtained from NASA POWER with
hourly resolution at three representative locations: Cirata Reservoir
(Indonesia), Cambridge (United Kingdom), and Nebraska (United States). The predictive
model was constructed using a quadratic regression approach (second-order
polynomial) and evaluated under two scenarios: without adjustment (baseline),
and with adjustment to the measurement noise covariance matrix R. The
simulation results show that prediction accuracy improves significantly after
the update and tuning processes. For the SI variable, the best performance was
achieved with an RMSE of 30.797 W/m2 and = 0.976 in Cambridge, 35.691 W/m2
and
= 0.981 in Cirata, and 38.510 W/m2 and
= 0.978 in Nebraska.
Meanwhile, temperature prediction achieved high accuracy with an RMSE of 0.252
°C and
= 0.985 in Cirata, 0.965 °C and
= 0.977 in Cambridge, and 1.861 °C
and
= 0.977 in Nebraska. The obtained RMSE values were consistently lower
than the standard deviation of the actual data at each location, indicating
that the model produces estimates that are precise relative to the natural
fluctu ations in the observed variables. With low computational complexity, the
EKF method has proven to be effective and efficient for real-time estimation
systems in PLTS based on historical data and actual measurements.
Kata Kunci : Prediksi, Iradiasi matahari, Temperatur, Extended Kalman Filter, PLTS