Potensi ekoturisme untuk pengembangan pariwisata, berwawasan lingkungan di kecamatan TAwangmangu kabupaten Karanganyar
Nunik Wibowo Yekti, Drs. Soekadri, M.S.
2001 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSkripsi ini mengambil judul "Potensi Ekoturisme Untuk Pengembangan Pariwisata Berwawasan Lingkungan di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar" dengan tujuan untuk mengembangkan Kawasan Wisata Tawangmangu sebagai kawasan wisata yang berwawasan lingkungan (Kawasan Ekoturisme) dengan menyesuaikan potensi ekoturisme yang ada di Kecamatan Tawangmangu sebagai daerah penelitian. Kecamatan Tawangmangu dipilih sebagai daerah penelitian karena daerah ini memiliki beberapa obyek wisata terutama obyek wisata yang telah cukup dikenal oleh wisatawan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Tawangmangu yang merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Karanganyar. Data dikumpulkan dengan beberapa metode, yakni observasi lapangan, wawancara key person, wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang berupa kuisioner dan polling. Identifikasi potensi daerah penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif yang dilakukan dengan rumus Theta (Indeks Simpson), scalling dan klasifikasi, dan analisis kualitatif menggunakan analisis SWOT yaitu untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman bagi pengembangan ekoturisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang mempunyai potensi ekoturisme tinggi adalah desa yang terletak di daerah perbukitan dan pegunungan, yaitu Desa Tawangmangu, Kalisoro, Blumbang. Sedangkan daerah yang dianggap daerah cukup berpotensi adalah Desa Gondosuli, Karanglo, dan Plumbon. Klasifikasi potensi ini didasarkan pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan ekoturisme itu sendiri, yaitu faktor obyek dan atraksi wisata, faktor pendukung (amenitas), faktor sarana prasarana aksesibilitas, kesenian, aktivitas wisatawan, potensi sediaan tenaga kerja dan potensi industri pariwisata dimasing-masing desa. Arahan pengembangan ekoturisme dibuat dengan dasar potensi sediaan serta potensi permintaan pasar wisata untuk daerah Tawangmangu. Berdasarkan hasil survei diketahui potensi pasar wisata meliputi Pulau Jawa, sedangkan permintaan pasar terbesar berasal dari golongan X generation yang menginginkan wisata alam sebagai pilihan utama. Dari penelitian diketahui bahwa dukungan masyarakat terhadap wisata cukup besar, hal ini ditunjukkan sebanyak 98% responden menyetujui daerahnya dijadikan kawasan wisata, dan sebanyak 74,41% telah ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekoturisme sejak lama. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tawangmangu dapat dikembangkan menjadi daerah ekoturisme dengan kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan investor. Strategi yang digunakan untuk pengembangan ekoturisme adalah menyusun perencanaan yang sesuai dengan potensi yang ada, meningkatkan kerjasama pelaku pengembangan ekoturisme, meningkatkan kreatifitas pihak terkait untuk memotivasi masyarakat berwira usaha, mengaplikasikan konsep ekoturisme, meningkatkan promosi dengan berbagai media dan strategi promosi dan meningkatkan profesionalisme SDM dengan memberikan pembinaan, pelatihan dan bentuk peningkatan pendidikan lainnya.
-
Kata Kunci : Pengembangan Pariwisata,Karanganyar,Jawa Tengah,Potensi Ekoturisme,Tawangmangu,Jawa Tengah