Laporkan Masalah

Hubungan Antara Reseksi Tumor Dengan Penurunan Kadar CEA Dalam Darah Pada Penderita Kanker Kolorektal Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2009-2012

Hendra Purnama, Prof. dr. Marajita, Sp.B-KBD

2012 | Skripsi | PPDS I Ilmu Bedah

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian karsinoma kolorektal di dunia diikuti dengan angka kematiannya yang juga tinggi, dengan penyebab utamanya adalah kekambuhan. Carcinoembryonic antigen (CEA) merupakan penanda tumor yang sering diusulkan untuk deteksi dini kekambuhan pada pasienKanker Kolorektal (KKR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar carcinoembryonic antigen (CEA) sebelum dan sesudah terapi pada pasien karsinoma kolorektal. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan prospektif dari tiga puluh enam sampel pasien yang terdiagnosis KKR di RSUP Dr. Sardjito yogyakarta dari tahun 2009-2012. Semua sampel yang diketahui hasil pemeriksaan kadar CEA sebelum dan setelah terapi dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas data dan dilanjutkan dengan uji parametrik T-test untuk mengetahui perbedaan secara bermakna kadar CEA setelah terapi. Hasil: Uji T-test kadar CEA setelah terapi pada pasien KKR bermakna secara statistik (p 0,046). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa ada hubungan yang bermakna dengan CI 95% (21,6-30,1) dengan nilai p adalah 0,046 antara reseksi tumor dengan penurunan kadar CEA.

Background: The high prevalence of colorectal cancer in the world followed by the high of mortality rate. Death due to recurrence of colorectal carcinoma. Carcinoembryonic antigen (CEA) is frequently proposed tumor markers for early detection of recurrence in patients with colorectal carcinoma (CRC). This study aimed to know the difference of carcinoembryonic antigen (CEA) levels before and after therapy in patients with colorectal carcinoma. Methods: This study was an observational analytic with retrospective approach of the thirty-six samples of patients diagnosed CRC in the dr. Sardjito Hospital from 2009 to 2012. All samples of known results of CEA levels before and after therapy was performed Kolmogorov-Smirnovtest for normality of data and continued with T-test parametric test to determine significant differences in CEA levels after therapy. Result: T-test of CEA levels after therapy in patients CRC was statistically significant with p 0,046.CI 95% (21,6-30,1). Conclusion: Based on this study can be drawn the conclusion that there is significantly drcreased in CEA levels before and after tumor resection in patients with colorectal carcinoma at the dr. Sardjito Hspital from 2009-2012.

Kata Kunci : Karsinoma kolorektal, Carcinoembryonic antigen (CEA), colorectal carcinoma

  1. S2-FKU-2012-HendraPurnamanew-abstract.pdf  
  2. S2-FKU-2012-HendraPurnamanew-bibliography.pdf  
  3. S2-FKU-2012-HendraPurnamanew-tableofcontent.pdf  
  4. S2-FKU-2012-HendraPurnamanew-title.pdf