Kajian deferensiasi perkembangan wilayah prioritas pengembangan di kabupaten Wonogiri
Muhammad Chehafudin, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. Djarot Sadharto W., M.Sc.
1999 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini berusaha untuk mengkaji permasalahan kesenjangan perkembangan wilayah di Kabupaten Wonogiri dengan judul "Kajian Diferensiasi Perkembangan Wilayah untuk Pemilihan Wilayah Prioritas Pengembangan di Kabupaten Wonogiri". Latar belakangnya adalah bahwa pilihan strategi kebijakan pembangunan di Indonesia yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kurang memperhatikan pemerataan telah membawa konsekuensi munculnya kesenjangan antar wilayah. Fenomena kesenjangan antar wilayah ini terjadi di Kabupaten Wonogiri baik antar wilayah kecamatan maupun antar Sub Wilayah Pembangunan (SWP). Kesenjangan antar wilayah ini dapat diekspresikan dalam perbedaan tingkat perkembangannya yang dapat diukur dengan beberapa indikator meliputi: sumberdaya lahan, sosio-demografis, akses transportasi komunikasi dan pelayanan sosial ekonomi. Tingkat perkembangan wilayah yang diukur merupakan indeks komposit dari variabel yang merupakan penjabaran dari indikator-indikator di atas dengan klasifikasi menggunakan metode clustering. Untuk kajian ini analisa yang digunakan adalah analisis statistik, perpetaan dan kecenderungan (trend analysis). Dengan analisis faktor dapat dibuktikan bahwa yang paling dominan menggambarkan tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Wonogiri adalah variabel-variabel dalam indikator pelayanan sosial ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa kesenjangan perkembangan wilayah yang terjadi lebih disebabkan karena intervensi pembangunan, karena ketersediaan suatu fasilitas pelayanan sosial-ekonomi merupakan bentuk intervensi pembangunan. Pola sebaran wilayah maju di Kabupaten Wonogiri cenderung mengelompok (cluster) di wilayah bagian Utara yang dibuktikan dengan analisa indeks tetangga terdekat dengan nilai indeks sebesar 0,47. Hal ini menunjukkan adanya konsentrasi pembangunan di wilayah tersebut dan belum optimalnya fungsi Sub Wilayah Pembangunan (SWP). Untuk wilayah tertinggal sebagian besar terletak di bagian Selatan Kabupaten Wonogiri pada wilayah perbatasan dengan Jawa Timur. Hasil penelitian ini secara meyakinkan membuktikan bahwa terdapat kesenjangan antar wilayah yang nyata di Kabupaten Wonogiri yang mengindikasikan belum meratanya hasil-hasil pembangunan. Sebagai konsekuensi logis dari hal ini adalah munculnya wilayah-wilayah tertinggal, meskipun terlihat adanya kecenderungan bahwa kesenjangan tersebut semakin menyempit (konvergen). Mendasarkan pada tingkat perkembangan wilayah dan pertumbuhannya maka wilayah prioritas pengembangan I dalam konteks mereduksi kesenjangan antar wilayah adalah Kecamatan Paranggupito, Karangtengah dan Kecamatan. Pengembangan wilayah-wilayah tertinggal di Kabupaten Wonogiri terletak pada permasalahan pokok wilayah tersebut yaitu kondisi fisiografi dan keterbatasan aksesibilitas wilayah.
-
Kata Kunci : Perkembangan wilayah,Prioritas pengembangan,Wonogiri,Jawa Tengah