“Sebelum Dan Setelah Saya Menikah”: Mengungkap Penyebab, Pengalaman Dan Dampak Dari Kehidupan Pernikahan Pengantin Anak (Sebuah Studi Fenomenologi)
Fitri Revita Nurannisa, dr. Ifta Choiriyyah, MSPH., Ph.D ; Dr.Dra.Sumarni,M.Si
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Praktik perkawinan anak telah menjadi isu global terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Praktik perkawinan anak telah menyebabkan banyak kekhawatiran dari sisi perampasan hak anak, kerentanan terhadap pelecehan dan kekerasan, eksploitasi hingga faktor kesehatan. Meskipun telah terdapat beberapa penelitian yang membahas seputar perkawinan anak dikalangan anak laki-laki, namun sebagian besar literatur hanya berfokus pada pengantin anak perempuan. Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya untuk menghadirkan sudut pandang anak laki-laki maupun anak perempuan.
Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan di Kabupaten Ponorogo pada Bulan Maret hingga Bulan April Tahun 2025. Informan penelitian berjumlah tujuh orang pengantin anak. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan fenomenologi interpretatif.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tiga penyebab utama pernikahan yaitu kehamilan remaja, situasi keluarga dan tindakan sukarela. Turut mengeksplorasi pengalaman kehidupan pernikahan pengantin anak serta memunculkan perasaan negatif atau positif terkait melakukan perkawinan anak, Selain itu, perkawinan anak juga berdampak negatif terhadap ekonomi, terbatasnya kesempatan kerja, terhambat untuk melanjutkan pendidikan hingga mengalami putus sekolah akibat kehamilan di usia remaja.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada instansi terkait untuk dapat membuat program dukungan bagi pengantin anak seperti keterampilan hidup, edukasi seputar kesehatan reproduksi dan seksualitas, ruang konseling, hingga bantuan untuk melanjutkan pendidikan.
Background: Child marriage has become a global issue, particularly in developing countries like Indonesia. This practice has raised significant concerns regarding the violation of children's rights, increased vulnerability to abuse and violence, exploitation, and adverse health impacts. Although some studies have explored child marriage among boys, the majority of the existing literature focuses on the marriage of girls. Therefore, this study seeks to present the perspectives of both boys and girls involved in child marriage.
Method: The research design used in this study is qualitative with a phenomenological approach. Data collection was carried out in Ponorogo Regency from March to April 2025 after the issuance of the ethics letter. The research informants were seven child brides. Data collection was carried out using a semi-structured interview method. Data analysis used interpretive phenomenology.
Results: The results of the study showed three main causes of early marriage, namely teenage pregnancy, family situations and voluntary actions. Researchers also explored the experiences of child brides' married lives and brought up negative or positive feelings related to early marriage. In addition, child marriage also has a negative impact on the economy, limited job opportunities, being hampered in continuing education, to dropping out of school due to teenage pregnancy.
Conclusion: The results of this study provide recommendations to relevant institutions to create support programs for child brides, such as life skills, education on reproductive health and sexuality, counselling rooms, and assistance to continue education.
Kata Kunci : Perkawinan anak, Pengantin Anak, Fenomena