Laporkan Masalah

Strategi kelangsungan hidup rumah tangga miskin di desa Candu kecamatan Jetis kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Muntiyah, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Drs. Sukamdi, M.Sc.

1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian yang berjudul "Strategi Kelangsungan Hidup Rumah Tangga Miskin, di Desa Canden, Kec, Jetis, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta" bertujuan untuk mengetahui cara-cara dan usaha yang dilakukan oleh rumah tangga miskin untuk memenuhi kebutuhan hidup atau meningkatkan pendapatan guna mempertahanan kelangsungan hidup keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian survai. Responden adalah rumah tangga yang mendapatkan dana IDT. Dari 400 rumah tangga yang mendapatkan dana IDT diambil sebagai responden sebanyak 200 rumah tangga, dipilih dengan menggunakan metode systematic random sampling. Analisis yang digunakan tabel frekuensi, tabel silang dan analisa test statistik korelasi dan kai kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh rumah tangga miskin untuk meningkatkan pendapatan dengan cara memperpanjang jam kerja, melakukan mobilitas, memanfaatkan anggota rumah tangga, dan memanfaatkan sumber lain. Curahan jam kerja kepala rumah tangga miskin sebagian tulang punggung ekonomi keluarga rata-rata 51 jam/minggu sedangkan anggota rumah tangga lain hanya 23 jam /minggu. Dirinci menurut tingkat kemiskinan, tidak ada hubungan antara tingkat kemiskinan dengan besarnya curahan jam kerja anggota rumah tangga miskin. Sebagian besar (65,5%) rumah tangga miskin bekerja diluar Desa Canden dengan cara melakukan mobilitas Commuting/nglaju. Ada perbedaan yang signifikan antara jumlah anggota rumah tangga yang melakukan mobilitas menurut tingkat kemiskinan. Pada rumah tangga miskin lebih banyak yang melakukan mobilitas dibandingkan dengan rumah tangga sangat miskin. Hal ini karena dorongan untuk melakukan mobilitas yang lebih besar terutama karena sempitnya lahan pertanian yang dimiliki bila dibandingkan dengan rumah tangga sangat miskin. Pada rumah tangga miskin banyak anggota rumah tangga yang dimanfaatkan sebagai tenaga kerja keluarga dan upahan. Pada rumah tangga miskin yang anggota rumah tangga yang bekerja diatas dua orang lebih banyak bila dibandingkan dengan rumah tangga sangat miskin. Ada hubungan yang positif antara tingkat kemiskinan dengan besarnya jumlah anggota rumah tangga yang bekerja. Sebagian besar rumah tangga miskin (70,0%) menyatakan memanfaatkan sektor informal terutama dari "mendring" untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah tangga. Tidak ada perbedaan yang signifikan jumlah rumah tangga yang memanfaatkan sektor informal terutama dari "mendring" menurut tingkat kemiskinan. Cara yang dilakukan oleh rumah tangga miskin untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan cara melakukan penghematan pengeluaran pangan dan non pangan. Ada hubungan negatif antara tingkat kemiskinan dengan besarnya proporsi pengeluaran non pangan.

-

Kata Kunci : Strategi kelangsungan hidup,Rumahtangga Miskin,Jetis,Bantul,DIY

  1. S1-1996-80437-Abstract.pdf  
  2. S1-1996-80437-Blibliography.pdf  
  3. S1-1996-80437-TableofContent.pdf  
  4. S1-1996-80437-Title.pdf