CORRELATION BETWEEN GENDER AND ANXIETY: ANALYSIS ON GLOBAL BURDEN OF DISEASE DATA 1990–2021
BILQIS SHALAPUTRA, Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Abstract. Despite growing awareness of mental health, the relationship between gender and anxiety disorders remains underexplored. This study analyzes the correlation between gender and the prevalence of anxiety disorders using data from the Global Burden of Disease (GBD) database from 1990 to 2021. Using a retrospective design and a descriptive-analytic approach, this research investigates gender-based disparities in anxiety across all age groups globally. A regression analysis was conducted to examine whether gender significantly predicts anxiety prevalence over time. The results revealed a clear and consistent pattern: females experienced significantly higher levels of anxiety compared to males across the 32-year period, accounting for 5.04 billion cases (62.73%) while only 2.99 billion cases (37.27%) in males. The results revealed a very strong relationship between gender, year, and anxiety rates, with the model explaining 97.7% of the variance in anxiety prevalence (R = .988, R² =.977), indicating an excellent fit. The model was also statistically significant, F(2, 61) = 1280.03, p < .001. These findings support existing evidence that biological, psychological, and sociocultural factors contribute to the higher vulnerability of women to anxiety disorders. Moreover, the study highlights that anxiety is particularly prevalent among younger age groups and that Asia contributes the largest share of global anxiety cases. These patterns emphasize the importance of age- and gender-responsive mental health strategies worldwide.
Abstrak. Meskipun kesadaran akan kesehatan mental semakin meningkat, hubungan antara gender dan gangguan kecemasan masih kurang dieksplorasi. Studi ini menganalisis korelasi antara gender dan prevalensi gangguan kecemasan menggunakan data dari basis data Global Burden of Disease (GBD) dari tahun 1990 hingga 2021. Dengan menggunakan desain retrospektif dan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menyelidiki disparitas berbasis gender dalam kecemasan di semua kelompok usia secara global. Analisis regresi dilakukan untuk memeriksa apakah gender secara signifikan memprediksi prevalensi kecemasan dari waktu ke waktu. Hasilnya mengungkapkan pola yang jelas dan konsisten: perempuan mengalami tingkat kecemasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki selama periode 32 tahun, yang mencakup 5,04 miliar kasus (62,73%) dengan hanya 2,99 miliar kasus (37,27%) pada laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara jenis kelamin, tahun, dan tingkat kecemasan, dengan model menjelaskan 97,7% variansi dalam prevalensi gangguan kecemasan (R = 0,988, R² = 0,977), yang mengindikasikan kecocokan model yang sangat baik. Model tersebut juga signifikan secara statistik, F(2, 61) = 1280,03, p < 0>
Keywords: Gender, Kecemasan, Database Beban Penyakit Global 1990-2021
Kata Kunci : Keywords: Gender, Kecemasan, Database Beban Penyakit Global 1990-2021