Laporkan Masalah

ANALISIS PARAMETER PENENTU PADA PROSES PRODUKSI UNTUK MENGHASILKAN PRODUK BATIK PRINTING YANG BERKUALITAS

Hana Fathia Izazi, Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng & Ir. Anna Maria Sri Asih, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Perkembangan batik semakin pesat sejak batik dikukuhkan sebagai Budaya Tak Benda Warisaan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) asli khas Indonesia oleh United Nation Educational Scientific and Cultural Oragnization (UNESCO) pada tahun 2009. Dengan perkembangan industri batik yang terjadi, tak dapat dipungkiri bahwa persaingan antara sesama industri batik semakin ketat. Salah satu cara untuk memenangkan persaingan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas dari produk. Peninjauan terhadap kualitas perlu dilakukan secara menyeluruh pada faktor faktor yang berpengaruh, seperti misalnya pada proses produksi. Proses produksi batik pun semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Batik tak lagi hanya dibuat melalui proses cap dan tulis, tetapi juga melalui proses proses printing yang memungkinkan untuk menghasilkan batik dengan jumlah banyak, waktu yang cepat dan biaya produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria-kriteria dari batik printing berkualitas beserta tingkat kepentingannya, strategi peningkatan kualitas batik printing, dan mengetahui parameter dalam proses produksi apa yang memiliki pengaruh dominan terhadap kualitas batik printing yang dihasilkan. AHP digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dari kriteria-kriteria batik printing berkualitas, sedangkan QFD untuk menentukan strategi peningkatan kualitas, dan Ishikawa’s Diagram untuk mengetahui parameter dalam proses produksi apa yang memiliki pengaruh dominan terhadap kualitas batik printing yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen akan terlebih dahulu mempertimbangkan bahan (kain) yang digunakan untuk membuat batik printing, baru selanjutnya motif dan warna sebelum memutuskan untuk membeli. Konsumen cenderung menyukai batik printing dengan warna lembut (pastel) dengan motif modern kontemporer sederhana dan berukuran kecil, ramai memenuhi seluruh bagian dari kain. Setelah kriteria-kriteria batik printing berkualitas diidentifikasi, selanjutnya ditetapkan langkah-langkah peningkatan kualitas seperti misalnya penggunaan bahan katun primis atau prima sebagai bahan baku dalam proses produksi batik printing, penggunaan pewarna sintetis, penggunaan photosol untuk mempertahankan warna, dan pengembangan desain motif. Analisis pada proses produksi batik printing menunjukkan bahwa parameter berupa alat, metode, dan bahan memiliki pengaruh yang dominan terhadap kualitas batik printing yang dihasilkan.

Kata Kunci : Analisis pada proses produksi batik printing menunjukkan bahwa parameter berupa alat, metode, dan bahan memiliki pengaruh yang dominan terhadap kualitas batik printing yang dihasilkan.

  1. S1-FTK-2014-Hana_Fathia_Izazi-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2014-Hana_Fathia_Izazi-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2014-Hana_Fathia_Izazi-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2014-Hana_Fathia_Izazi-title.pdf