Laporkan Masalah

Distribusi Virus Dengue-4 Pada Nyamuk Aedes aegypti yang Telah Diinfeksi Virus Dengue-4 Peroral

Saiful Arifin, Dr. Sutaryo, DSAK ; drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Kasus demam berdarah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini tidak lepas dari peranan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor pembawa virus dengue. Di Indonesia keempat serotip virus dengue dapat diidentifikasi, salah satunya yaitu virus dengue-4. Antibodi monoklonal sebagai agen diagnosis yang mempunyai sensitivitas dan spesifitas tinggi dapat dipergunakan untuk mendeteksi antigen virus dengue-4 pada vektor, sehingga bisa dipergunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya dalam usaha pencegahan dan penanggulangan demam berdasar. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi antigen virus dengue-4 pada jaringan otak, lambung dan ovarium nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi virus dengue-4 peroral dan untuk menguji sensitivitas dan spesifitas Ab M 4E10 terhadap virus dengue-4 pada vektor dibandingkan antibodi poliklonal HMAF. Sampel yang dipergunakan adalah 16 ekor nyamuk Aedes aegypti. Delapan ekor nyamuk diinfeksi virus Den-4 peroral dan delapan ekor non infektif (tidak diinfeksi). Kedelapan ekor nyamuk infektif diiris secara longitudinal dan dibuat 3 preparat. Ketiga preparat tersebut diwarnai dengan metode immonoperoksidase Streptavidin-Biotin. Preparat 1 diwarnai dengan BSA 5%, preparat 2 dengan Ab poliklonal HMAF campuran 1:500 dan preparat 3 diwarnai dengan Ab monoklonal AE10. Perlakuan tersebut juga dilakukan pada preparat nyamuk non infektif. Hasilnya kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Lokasi antigen ditunjukkan dengan warna merah yang merupakan aminoethylcarbazole hasil antara peroksidase dan substrat kromogen. Interpretasi hasil secara analitik dengan menggunakan kontrol positif, kontrol negatif dan kontrol reagen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada masa inkubasi 12 hari virus dengue-4 telah terdistribusi secara merata pada jaringan otak, lambung dan ovarium nyamuk Aedes aegypti. Antibodi poliklonal HMAF lebih sensitif dan spesifik untuk mendeteksi virus dengue-4 dijaringan lambung daripada Ab M4E10. Sedangkan Ab M 4E10 lebih sensitif dalam mendeteksi virus dengue-4 di jaringan ovarium dan sama-sama spesifik dengan antibodi poliklonal HMAF. Penelitian ini merupakan penelitian awal, jadi perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar, juga perlu dikaji sifat-sifat jaringan nyamuk dan reaksi tunuh nyamuk terhadap virus, sehingga akan bermanfaat dalam pencegahan dan penanggulangan demam berdarah.

Kata Kunci : Dengue-4 virus, Aedes aegypti

  1. S1-FKU-1998-SaifulArifin-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1998-SaifulArifin-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1998-SaifulArifin-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1998-SaifulArifin-tilte.pdf