Laporkan Masalah

Pemetaan pelaksanaan program keluarga berencana propinsi Sumatra Barat

Syafriman, Drs. Yusron Halim

1989 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Propinsi Sumatera Barat seperti Propinsi-propinsi lainnya di Indonesia, juga sedang dalam melaksanakan program Keluarga Berencana dan salah satu ciri-ciri dari Propinsi Sumatera Barat adalah terkenal dengan agama yang kuat dan adat Minangkabau yang kokoh, sedangkan agama dan adat adalah merupakan struktur sosial budaya yang dapat mempengaruhi fertilitas atau pelaksanaan Program Keluarga Berencana. Oleh sebab itu dibutuhkan informasi yang dapat membantu pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Propinsi Sumatera Barat yang berupa peta-peta tematik. Tujuan penelitian adalah menyajikan hasil pelaksanaan Program Keluarga Berencana Propinsi Sumatera Barat secara visual kedalam bentuk peta dan melihat perkembangannya. Data pokok yang diperlukan bersumber dari pelaksanaan program Keluarga Berencana Daerah Tingkat II se Propinsi Sumatera Barat. Untuk data bantu jumlah penduduk, penduduk menurut agama dari kantor statistik Daerah Tingkat II se Propinsi Sumatera Barat dan adat Minangkabau dari kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Propinsi Sumatera Barat, setelah diolah direpresentasikan dalam bentuk peta-peta kemudian dianalisis, analisis yang dilakukan adalah analisis geografis. Metode penyajian adalah dengan menggunakan metode titik kuantitatip, area kuantitatip dan area kualitatip. Penentuan harga oreantasi data untuk metode titik kuantitatip dilakukan berdasarkan nilai data tertinggi dan terendah, untuk metode area kuantitatip dipakai kelas interval sistem kuantil-septil dan sistem kelas interval yang telah ditentukan BKKBN. Peta dasar yang di pakai skala 1:750 000 berasal dari peta Administrasi Propinsi Sumatera Barat skala 1:500 000 yang bersumber dari Sub Dit Tata Guna Tanah Direktorat Agraria Propinsi Sumatera Barat tahun 1987. Peta yang dihasilkan adalah: peta prevalensi akseptor Keluarga Berencana Aktif terhadap Pasangan Usia Subur akhir Pelita II, III dan IV, peta target dan pencapaian akseptor Keluarga Berencana Aktif akhir Pelita II, III dan IV, peta target dan pencapaian akseptor Keluarga Berenca-na Baru akhir Pelita II, III dan IV, peta akseptor Keluarga Berencana Lestari tahun 1985 dan 1987 dan peta. Angka Kelahiran Kasar tahun 1987/1988 serta peta-peta bantu lainnya. Dari peta-peta yang dihasilkan dapat diketahui dengan jelas informasi tentang distribusi keruangan dan perkembangan pelaksanaan program Keluarga Berencana serta hubungan antar peta-peta yang dibuat. Di mana pada daerah yang adat Minangkabau sangat kuat, agama yang dianut penduduk homogen Islam sampai akhir Pelita IV belum ada yang memasuki fase V, pencapaian akseptor Keluarga Berencana aktif pada umumnya belum dapat mencapai target yang ditetapkan, sedangkan angka kelahiran juga cukup tinggi, Metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan pada akhir pelita III adalah metode kontrasepsi pil sedangkan pada akhir pelita IV adalah metode kontrasepsi suntik. Bila dianalisis secara statistik terdapat hubungan tak langsung antara adat Minangkabau dengan fase yang dicapai akhir Pelita IV de-ngan korelasi sedang.

-

Kata Kunci : Pemetaan pelaksanaan keluarga berencana, Sumatra Barat

  1. S1-1989-2751-Abstract.pdf  
  2. S1-1989-2751-Blibliography.pdf  
  3. S1-1989-2751-TableofContent.pdf  
  4. S1-1989-2751-Title.pdf