Laporkan Masalah

Tipologi Pengelolaan Dan Hubungannya Dengan Kualitas Ruang Terbuka Publik Pada Kawasan Tepi Sungai Karang Mumus Kota Samarinda

Muhammad Adhitya Rizqita Pratama, Jimly Al Faraby, S.T., M.Sc., Ph.D

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Sepanjang Sungai Karang Mumus yang ada di Kota Samarinda terdapat beberapa ruang terbuka publik. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pengelolaan terhadap kualitas ruang terbuka publik (RTP) di kawasan tepian Sungai Karang Mumus, Kota Samarinda. Kualitas dan fungsi RTP, sebagai area rekreasi dan interaksi sosial, sangat dipengaruhi oleh model pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis tipologi dan kualitas RTP didasarkan pada persepsi pengguna terhadap aksesibilitas, keamanan, kenyamanan, estetika, fasilitas, dan inklusivitas. Hasil penelitian mengidentifikasi RTP yang berpusat pada komunitas dan negara, dan yang berpusat pada negara. RTP yang berpusat pada komunitas dan negara cenderung lebih baik dalam aksesibilitas, keamanan, kenyamanan, dan inklusivitas, didorong oleh partisipasi masyarakat. RTP yang berpusat pada negara menghadapi tantangan dalam pemeliharaan fasilitas dan kebersihan. Pengelolaan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat efektif meningkatkan kualitas RTP. Model ini menekankan pembagian tanggung jawab, pendanaan berkelanjutan, dan keterlibatan masyarakat. Pengelolaan pemerintah kota menghadapi kendala dalam pemeliharaan fasilitas dan responsivitas. Pendekatan kolaboratif dan partisipatif lebih efektif menciptakan ruang publik yang berkualitas. Rekomendasi meliputi kerangka kerja kolaboratif dan standar minimal fasilitas dasar untuk semua RTP.

Along the Karang Mumus River in Samarinda City, there are several public open spaces. This study evaluates the influence of management on the quality of public open space in the area along the Karang Mumus River, Samarinda City. The quality and function of public open space, as an area of recreation and social interaction, is strongly influenced by the management model. The research method used was descriptive qualitative, including observation, interviews, questionnaires, and documentation. Analysis of public open space typology and quality was based on user perceptions of accessibility, safety, comfort, aesthetics, facilities, and inclusiveness. The results identified public spaces user centred and state centred. User centred managed public open spaces tend to be better in accessibility, safety, comfort, and inclusiveness, driven by community participation. Stated centrd publc spaces face challenges in facility maintenance and cleanliness. Collaborative management between government, community, and user is effective in improving the quality of public open spaces. This model emphasizes responsibility sharing, sustainable funding, and community involvement. City government management faces challenges in facility maintenance and responsiveness. Collaborative and participatory approaches are more effective in creating quality public spaces. Recommendations include a collaborative framework and minimum standards for basic facilities for all public open space.

Kata Kunci : ruang terbuka publik, pengelolaan ruang terbuka publik, kota samarinda

  1. S2-2025-524519-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524519-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524519-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524519-title.pdf