ANALISIS SPILLOVER EFEECT PERTUMBUHAN EKONOMI ANTAR KABUPATEN/KOTA DI KAWASAN KEDUNGSEPUR JAWA TENGAH TAHUN 1983-2023
Nabila Sekar Oktavianti, Yuni Andari, S.E., M.Si
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spillover effect pertumbuhan ekonomi antar kabupaten/kota di Kawasan Kedungsepur, Provinsi Jawa Tengah, selama periode 1983–2023. Kawasan ini mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Salatiga, dan Grobogan (Purwodadi) yang memiliki keterkaitan spasial dan fungsional yang kuat dalam pembangunan wilayah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Vector Error Correction Model (VECM), penelitian ini mengidentifikasi hubungan kausalitas jangka pendek serta jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi antarwilayah serta mengukur besarnya efek limpahan (spillover) yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua wilayah saling memberikan efek limpahan yang signifikan. Hubungan antarwilayah sebagian besar bersifat satu arah, di mana hanya Kabupaten Demak dan Kendal yang memiliki hubungan kausalitas dua arah, mengindikasikan adanya interaksi timbal balik. Sebaliknya, wilayah lain cenderung menunjukkan hubungan satu arah atau tidak signifikan. Efek limpahan yang terjadi pun tidak merata, baik dari sisi arah maupun besaran. Kabupaten Demak memberikan spread effect positif pada Kendal, Semarang, dan Ungaran, sementara Purwodadi memberikan dampak positif hanya pada Kendal. Sebaliknya, Salatiga dan Ungaran menunjukkan backwash effect negatif terhadap sebagian besar daerah lainnya, dan Kabupaten Semarang memberikan efek negatif terhadap Kendal. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum backwash effect cenderung lebih dominan dibandingkan spread effect dalam dinamika pertumbuhan ekonomi kawasan Kedungsepur. Fenomena ini bertentangan dengan teori kutub pertumbuhan (growth pole theory) dari Perroux yang menyebutkan bahwa pusat pertumbuhan akan menyebarkan manfaat ke wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pembangunan wilayah yang lebih integratif, berbasis spasial, dan berorientasi pada penguatan konektivitas ekonomi antarwilayah untuk menciptakan sinergi pertumbuhan yang lebih merata serta mengurangi kesenjangan antar daerah di kawasan Kedungsepur.
This study aims to analyze the spillover effects of economic growth among regencies and cities within the Kedungsepur Region, Central Java Province, during the period 1983–2023. The region consists of Semarang City, Semarang Regency, Kendal, Demak, Salatiga, and Grobogan (Purwodadi), which are closely connected spatially and functionally in terms of regional development. Using a quantitative approach through the Vector Error Correction Model (VECM) method, this study identifies both short-term and long-term causal relationships in economic growth between regions and measures the magnitude of the resulting spillover effects. The results show that not all regions exhibit significant spillover effects. Interregional relationships are predominantly unidirectional, with only Demak and Kendal demonstrating bidirectional causality, indicating reciprocal interactions. In contrast, other regions tend to show one-way or insignificant relationships. The spillover effects are also uneven, both in terms of direction and magnitude. Demak exerts a positive spread effect on Kendal, Semarang, and Ungaran, while Purwodadi only has a positive impact on Kendal. On the other hand, Salatiga and Ungaran exhibit negative backwash effects on most other regions, and Semarang Regency has a negative effect on Kendal. These findings indicate that, overall, backwash effects tend to dominate over spread effects in the dynamics of economic growth in the Kedungsepur Region. This phenomenon contradicts Perroux's growth pole theory, which posits that growth centers will disseminate benefits to surrounding areas. Therefore, a more integrated and spatially based regional development planning is needed—one that strengthens interregional economic connectivity to foster more balanced growth and reduce disparities among regions in Kedungsepur.
Kata Kunci : Spillover effect, Economic growth, VECM, Spread effect, Backwash effect