Evaluasi Cakupan Imunisasi Polio di Puskesmas Kota Gede II Kodya Yogyakarta
Cucu Sumarna, dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPoliomielitis merupakan penyakit menular sporadis akut yang menyerang kornu anterius substansia kelabu sumsum tulang belakang dari inti motorik batang otak, dapat menyebabkan paralisis yang bersifat flaksid tanpa mengganggu sensibilitas, kelumpuhan ini bersifat permanen dan tak dapat disembuhkan. Pencegahan penyakit polio dilakukan dengan vaksinasi polio yang diberlkan secara tetes mulut. Vaksin polio berasal dari virus polio yang telah dimodlfikasl, sehingga tak menimbulkan penyakit, sebaliknya dapat mencegah penyakit polio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar cakupan imunisasi polio di Puskesmas Kota Gede II Kotamadya Yogyakarta. Dari hasil penelltian inl diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kebijaksanaan pengembangan program lmunisasi khususnya imunlsasi polio dalam menunjang usaha penurunan angka kesakitan, kecacatan, dan kematlan bayi. Penelitian inl dilakukan secara Cross-Sectional. Data dlperoleh darl responden yang terdlri darl lbu-ibu yang mempunyal bayl 0-1 tahun yang mendapat vaksinasi polio selama bulan Januari sampai Desember 1996 di wllayah kerja Puskesmas Kota Gede II Kotamadya Yogyakarta. Dianalisis dengan metode atatistlk deskriptif dan menggunakan uji hipotesa Kai-Kuadrat (Chi-Square) dengan batas kemaknaan a<0,05. Dari hasil penelitian dan dari analisis statistik ternyata ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan kelengkapan status imunisasi polio bayi (p<0, 05) dan tak ada hubungan yang bermakna antara status pekerjaan dengan kelengkapan status imunisasi polio bayi (p>0,05). Dari hasil penelitian didapatkan 68 bayi {65,38%} dengan status imunisasi polio lengkap dan 36 bayi (34,62%) dengan status imunisasi polio tidak lengkap.
Kata Kunci : Imunisasi, Polio, Poliomielitis, pencegahan, vaksinasi