Laporkan Masalah

Pola Jenis Kuman dan Kepekaannya pada Kasus-kasus Infeksi Nosokomial Pasca Bedah Bersih Digesti dan Urologi di RSUP. Dr. Sardjito Pada Tahun 1996 dan 1997

Anton Budi S. Usfinit, dr. Praseno

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang. didapat di rumah sakit, infeksi ini masih merupakan masalah yang penting di rumah sakit karena berakibat pada meningkatnya angka mortalitas, angka morbiditas, lama dan biaya perawatan. Infeksi nosokomial pasca bedah adalah infeksi nosokomial yang paling tinggi insidensinya dibandingkan infeksi nosokomial di bagian pelayanan kesehatan lain. Penanganan terhadap terjadinya infeksi nosokomial sebenarnya mudah jika diketahui bakteri penyebabnya dan antibiotika yang tepat. Saat ini berbagai jenis antibiotika telah dikembangkan ±200 jenis antibiotika beredar di pasaran. Tersedianya berbagai jenis antibiotika berakibat pada terjadinya penggunaan antibiotika yang irrasional. Penggunaan antibiotika yang irrasional pada vakhirnya berakibat terjadinya peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotika.Seiring dengan makin berkembangnya antibiotika, pola jenis kuman : penyebab infeksi nosokomial juga ikut berubah. Perubahan pola kuman selalu disertai dengan timbulnya resistensi terhadap antibiotika yang ada dan secara luas dipergunakan.pada kasus-kasus infeksi nosokomial pasca bedah bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola jenis kuman dan kepekaanya digesti dan urologi RSUP. Dr. .Sardjito. Data diperoleh dari pemeriksaan terhadap rekam medik pasien yang mengalami pembedahan bersih digesti dan urologi (nefrostomi) pada bulan Januari 1996 - Desember 1997. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa dengan analisa deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Pada penelitian ini tercatat terjadi infeksi nosokomia pasca bedah pada tahun 1996 dengan insidensi 7. 14 %. sedangkan pada tahun 1997 tidak tercatat adanya infeksi nosokomial. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa bakteri Gram negatif adalah bakteri dominan (80%) penyebab terhadap terjadinya jnfeksi nosokomial pasca bedah. Diantara bakteri Gram negatif, Escherichia coli merupakan bakteri yang tersering (40%). diikuti oIeh Klebsiella sp (20%) dan Pseudomonas airuginosa(12%). Bakteri gram positif yang paling sering terlibat adalah Streptococcus fecalis (12%). Antibiotika yang mempunyai potensi paling tinggi terhadap bakteri Gram negatif maupun Gram positif adalah antibiotika golongan aminoglikosida (tobramisin, gentamisin, amikasin, kanamisin). Antibiotika yang mempunyai potensi terendah terhadap bakteri Gram negatif adalah antibiotika golongan beta laktam (ampisilin dan amoksisilin). Antibiotika beta-laktam masih mempunyai potensi yang tinggi terhadap Streptococcus. Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian-penelitia terdahulu meskipun demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan lebih mengenai pola jenis dan pola kepekaan kuman mengingat adanya bukti berubahnya sifat bakteri yang pada mulanya apatogen menjadi patogen, berkembangnya sifat resistensi bakteri terhadap antibiotika dari tahun ke tahun, dan penggunaan antibiotika yang irrasional yang pada akhirnya dapat mendorong perkembangan resisrensi yang lebih luas.

Kata Kunci : Infeksi Nosokomial, Pasca bedah, Urologi

  1. S1-FKU_1998-AntonBudiS-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1998-AntonBudiS-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1998-AntonBudiS-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU_1998-AntonBudiS-Title.pdf