Laporkan Masalah

Pengalaman Perjuangan Religius pada Santri dI Pondok Pesantren Waria

Zufar Fadhlurrahman, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph,D

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Persoalan mengenai waria di Indonesia merefleksikan kompleksitas antara jenis kelamin, gender dan ajaran agama Islam. Larangan menyerupai lawan jenis kerap dijadikan alasan untuk mendiskriminasi kelompok ini. Hal ini menimbulkan pergulatan batin pada waria, terutama mereka yang tetap ingin dianggap sebagai muslim. Penelitian ini bertujuan mendapat pemahaman mendalam mengenai perjuangan religius pada waria muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 partisipan yang berasal dari Pondok Pesantren Waria Al-Fatah. Hasil penelitian menemukan tiga tema besar yaitu (1) perkembangan identitas waria (2) perjuangan integrasi identitas, dan (3) signifikansi aspek sosial dalam beragama. Pengembangan identitas waria menjadi pemicu konflik/perjuangan religius yang membentuk pola perjuangan integrasi identitas. Perjuangan integrasi melibatkan serangkaian mekanisme kognitif dan afektif untuk menyelaraskan identitas gender dan identitas agama mereka. Perjuangan ini juga dialami pada level komunal yang memungkinkan waria muslim membentuk komunitas bersama sebagai sumber daya spiritual.

The problem of transgender people (waria) in Indonesia highlights the complexities of sex, gender, and Islamic teachings. The prohibition on resembling the opposite sex is commonly used as a pretext to discriminate towards this group. This often leads to inner struggle for waria, particularly those who want to be identified as Muslims. This study aims to gain a deeper understanding of the religious struggle of muslim waria. This study uses a qualitative phenomenological approach analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data were collected through in-depth interviews with 5 participants from the Al-Fatah Transvestite Islamic Boarding School. The results of the study found three major themes, namely (1) the development of waria identity (2) the struggle for identity integration, and (3) the significance of social aspects in religion. The development of waria identity becomes a trigger for religious struggle that forms a pattern of identity integration struggle. The identity integration struggle involves a series of cognitive and affective mechanisms to align their gender identity and religious identity. This struggle is also experienced at the communal level which allows muslim waria to form a shared community as a spiritual resource.

Kata Kunci : Identitas, Islam, Perjuangan religius, Waria, Transgender

  1. S2-2025-509900-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509900-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509900-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509900-title.pdf