Mobilitas non permanen angkatan kerja dan aktivitas di daaerah tujuan
Susiharti Winarsih, Prof. Drs. Ida Bagoes Mantra
1988 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian mobilitas non permanen angkatan kerja yang dilakukan di desa Binorong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran mobilitas tenaga kerja ke luar desa. Tujuan tersebut antara lain untuk mengetahui: (1) faktor-faktor yang mendorong angkatan kerja melakukan mobilitas non permanen, (2)karakteristik angkatan kerja yang melakukan mobilitas non permanen, (3)aktivitas dan pendapatan migran non permanen di daerah tujuan. Pemilihan desa Binorong sebagai daerah penelitian adalah secara"purposive", karena angkatan kerjanya relatif tinggi mobilitasnya. Pemilihan responden terlebih dahulu dilakukan pengamatan pendahuluan (reconnaisence survey), sehingga dipilih empat dukuh yang terbanyak kasus mobilitas angkatan kerja. Responden dipilih secara sensus terhadap angkatan kerja yang memenuhi syarat sebagai pelaku mobilitas non permanen. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan wawancara dengan daftar pertanyaan dan berdasarkan hasil observasi, sedang data sekunder diperoleh dari catatan di Instansi-instansi yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Analisa data dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mendorong angkatan kerja melakukan mobilitas dengan bekerja diluar desa lebih disebabkan karena tekanan di daerah asal dibanding dengan tingginya upah di daerah tujuan dalam satuan waktu sama. Hal ini karena kurangnya kesempatan kerja di daerah asal menjadikan pendapatan rendah. Labih dari separo (63,6%) migran berasal dari keluarga yang tidak memiliki tanah pertanian. Sementara itu lapangan pekerjaan di luar pertanian tidak banyak terdapat di daerah ini. Daerah tujuan bekerja migran ulang-alik kebanyakan berjarak kurang dari radius 20 km, sedang migran sirkuler bekerja di propinsi lain. Informasi pekerjaan kebanyakan dari teman satu desanya, sehingga dapat dikatakan bahwa informasi. dari teman dapat mempengaruhi angkatan kerja untuk bekerja di luar desa. Mobilitas non permanen ini banyak terjadi pada keluarga yang mempunyai tanggungan keluarga dua orang atau lebih dan kebanyakan mempunyai indek sosial ekonomi rendah. Umur migran ulang-alik 62,6% berumur antara 35-44 tahun, sedang yang melakukan sirkulasi 71,9% berumur antara 15-34 tahun. Bagi angkatan kerja wanita lebih banyak melakukan mobilitas ulang-alik dari pada laki-laki karena untuk migran wanita yang sudah berkeluarga selain bertujuan untuk menambah pendapatan juga bertugas mengurus rumah tangganya. Terlihat bahwa, semakin tinggi tingkat pendidikan migran semakin sering berpindah-pindah pekerjaan di daerah tujuan. Hal ini disebabkan pendapatan sebelumnya lebih rendah atau jenis pekerjaan tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya. Jenis pekerjaan migran ulang-alik perempuan kebanyakan berdagang, sedangkan laki-laki sebagai buruh bangunan dan pegawai negeri. Bagi migran sirkuler perempuan kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta dan Cirebon, sedangkan laki-laki sebagai buruh pada pabrik. Rata-rata pendapatan migran tiap bulannya laki-laki lebih besar dari perempuan. Bagi migran yang memiliki jam kerja tinggi, maka pendapatannya tinggi pula. Pendapatan di luar desa penelitian jika dibanding dengan pendapatan di desa penelitian dalam satuan waktu yang sama tidak jauh berbeda hanya di desa penelitian kesempatan kerja sangat sempit dan sulit mendapatkannya. Aktivitas migran di daerah tujuan selain bekerja juga banyak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan organisasi sosial. Adapun bentuk partisipasi ini adalah keikut serta-annya dalam kerja bakti, melayat, perondaan dan kegiatan yang lainnya.
-
Kata Kunci : Angkatan kerja,Mobilitas Non permanen angkatan kerja,Kecamatan Bawang,Banjarnegara,Jawa Tengah