Nilai anak dan jumlah anak yang diinginkan buruh batik wanita di kecamatan Buaran kabupaten Pekalongan
Muhammad Iqbal, Drs. Kasto, M.A.
1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANStudi dengan obyek penelitian nilai anak ini bertujuan ingin mengetahui nilai anak dalam keluarga buruh batik, yang meliputi: fungsi positip dan negatip, jumlah anak yang diinginkan, preferensi anak, dan sikap terhadap Keluarga Berencana; serta ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai anak dan jumlah anak yang diinginkan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan dengan sampel wilayah Kalurahan Sapugarut. Kecamatan Buaran ini mempunyai ciri yang khas bila dibandingkan dengan Kecamatan lain di Kabupaten Pekalongan, yakni disamping merupakan Kecamatan dengan penduduk terpadat, juga sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai buruh industri (cq. Batik), dimana hampir seharian penuh mereka bekerja keluar rumah, dalam kaitannya dengan nilai anak, hal tersebut menarik untuk diteliti. Berdasarkan ciri yang khas diatas, sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan responden buruh batik wanita, berumur 15- 49 tahun, minimal mempunyai anak satu yang masih hidup. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan analisanya menggunakan analisa tabel. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup adalah 4,08. Bila dibandingkan antara keuntungan ekonomi dan nir ekonomi mempunyai anak, maka keuntungan ekonomi lebih kecil; sedangkan kerugian mempunyai anak yang paling penting adalah biaya ekonomi. Rata-rata jumlah anak yang diinginkan 4,17; dengan preferensi anak laki-laki lebih disukai dari pada anak wanita. Pada umumnya responden setuju terhadap Keluarga Berencana, dengan alasan utama untuk kesejahteraan Keluarga dan biar tidak repot. Nilai anak dan jumlah anak yang diinginkan, dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, dan penggunaan alat kontrasepsi. Untuk tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang negatip terhadap nilai anak dan terhadap rata-rata jumlah anak yang diinginkan; sedang tingkat ekonomi mempunyai hubungan yang positip terhadap rata-rata nilai anak dan terhadap rata-rata jumlah anak yang diinginkan; penggunaan alat kontrasepsi mempunyai hubungan yang negatip terhadap rata-rata nilai anak dan terhadap rata-rata jumlah anak yang diinginkan. Pembentukan norma keluarga kecil mempunyai prospek yang cukup baik, karena responden pada umumnya merasakan mulai anak ketiga fungsi positip anak menurun, dan sudah mulai dirasakan beban beratnya mempunyai anak, pengalaman ini akan baik jika ditanamkan pada generasi muda yang belum mempunyai anak.
-
Kata Kunci : Nilai Anak,Jumlah anak Buruh batik wanita,Buaran,Pekalongan,Jawa Tengah