ADAPTASI PELAKU UMKM PARIWISATA TERHADAP EFEK MUSIMAN PARIWISATA DI PANTAI KALURAHAN TEPUS, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Wahyu Setiawan, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.Si., Dr. Mohamad Yusuf, M.A.
2025 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata
Musiman pariwisata (tourism seasonality) merupakan fenomena fluktuasi jumlah pengunjung ke destinasi wisata dalam periode tertentu. Fenomena ini menciptakan tantangan signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pariwisata, terutama terkait stabilitas pendapatan. Penelitian ini menelaah bagaimana strategi dan pola adaptasi yang dilakukan UMKM pariwisata dalam menghadapi musiman pariwisata di Pantai Tepus, Kabupaten Gunungkidul, khususnya di Pantai Pok Tunggal dan Pantai Pulang Sawal untuk mempertahankan keberlanjutan bisnisnya. UMKM Pariwisata yang dimaksud adalah UMKM sektor akomodasi, sektor kuliner, serta sektor jasa dan rekreasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kerangka analisis mengadopsi strategi adaptasi dari Getz & Nilsson (2004) untuk menganalisis respons pelaku UMKM terhadap pariwisata musiman.
Penelitian ini menemukan bahwa pelaku UMKM pariwisata di kawasan Pantai Pulang Sawal dan Pantai Pok Tunggal menerapkan dominasi strategi coping untuk mempertahankan bisnisnya dalam menghadapi efek musiman pariwisata. Strategi coping ini diwujudkan dalam maintenance closed dan maintenance open. Selain itu, strategi manajemen operasional dilakukan pelaku UMKM sektor kuliner, dan strategi diversifikasi produk dilakukan pelaku UMKM sektor jasa dan rekreasi. Ketiga sektor juga menerapkan strategi ekspansi pasar dengan berkolaborasi dan pemanfaatan sosial media. Pola adaptasi yang dilakukan UMKM pariwisata dengan penetapan diskon harga di sektor akomodasi dan penutupan unit bisnis sementara di sektor kuliner dan jasa rekreasi.
Penelitian ini masih terbatas pada dua destinasi sehingga dimungkinkan adanya temuan berbeda dengan karakteristik masyarakat lokal yang berbeda pula. Diperlukan juga kajian lebih lanjut mengenai strategi coping terhadap keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pelaku UMKM pariwisata apabila dilakukan secara jangka panjang.
Tourism seasonality is a
phenomenon of fluctuating visitor numbers to tourism destinations during
specific periods. This phenomenon creates significant challenges for Micro,
Small, and Medium Enterprises (MSMEs) operating in the tourism sector,
particularly regarding income stability. This research examines the strategies
and adaptation patterns implemented by tourism MSMEs in facing tourism
seasonality at Tepus Beach, Gunungkidul Regency, specifically at Pok Tunggal
Beach and Pulang Sawal Beach, to maintain their business sustainability. The
tourism MSMEs in this study refer to the accommodation sector, culinary sector,
and services and recreation sector. This research employed a qualitative
approach using non-participant observation, in-depth interviews, and
documentation methods. The analytical framework adopted the adaptation
strategies from Getz & Nilsson (2004) to analyze MSME actors' responses to
seasonal tourism fluctuations.
This research found that
tourism MSMEs in the Pulang Sawal Beach and Pok Tunggal Beach areas apply the
dominance of coping strategies to maintain their businesses in the face of
seasonal tourism effects. This coping strategy is realized in maintenance closed
and maintenance open. In addition, operational management strategies are
carried out by MSME players in the culinary sector, and product diversification
strategies are carried out by MSME players in the service and recreation
sectors. The three sectors also implement market expansion strategies by
collaborating and utilizing social media. The pattern of adaptation carried out
by tourism MSMEs is by setting price discounts in the accommodation sector and
closing business units temporarily in the culinary and recreation services
sectors.
This research is limited
to two destinations, making it possible to find different results with
different local community characteristics. Further studies are also needed
regarding the long-term impact of coping strategies on business sustainability
and the welfare of tourism MSME actors.
Kata Kunci : Destinasi Pariwisata Pantai, Musiman Pariwisata, Strategi Adaptasi, UMKM Pariwisata, Kabupaten Gunungkidul