PERAN EKSPEKTASI PLASEBO TERHADAP PENGAMBILAN RISIKO MELALUI KOMPONEN ERP (P300 DAN FRN)
Mutmainnah Budiman, Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Abstrak. Ketidakpastian situasi sering menuntut individu untuk mengambil risiko yang tentunya memerlukan pertimbangan matang agar keputusan yang diambil dapat bersifat adaptif dan efektif. Penelitian ini mengkaji peranan ekspektasi plasebo terhadap pengambilan risiko yang diukur dengan komponen P300 dan FRN. Ekspektasi plasebo pada partisipan (N = 28) dimunculkan melalui informasi verbal mengenai sistem augmentasi kognitif bahwa sistem dapat meningkatkan kinerja jika diaktifkan. Partisipan mengerjakan Columbia Card Task (CCT) dalam dua kondisi yakni augmentasi dan non-augmentasi yang diberikan secara acak. Risiko diukur dari keputusan membuka kartu atau tidak pada CCT, serta besaran gelombang P300 dan FRN pada pengukuran ERP (Event Related Potential) di EEG (Electroencephalography). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat aktivasi komponen ERP (P300 dan FRN) pada stimulus risiko, namun tidak ada perbedaan signifikan antar kondisi, (2) ekspektasi plasebo terbukti mempercepat proses pengambilan keputusan, dan (3) tidak terdapat perbedaan signifikan pada jumlah kartu yang dibuka. Temuan ini mengungkap bahwa peran ekspektasi plasebo dalam pengambilan risiko tidak terlihat pada respon neural namun terbukti signifikan memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan dalam situasi berisiko. Sehingga, persepsi terhadap efektivitas teknologi kognitif dapat dioptimalkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Abstract. Uncertainty often requires individuals to take risks, which certainly requires careful consideration so that the decisions made can be adaptive and effective. This study examines the role of placebo expectations on risk-taking, measured using the P300 and FRN components. Placebo expectations in participants (N = 28) were elicited through verbal information about a cognitive augmentation system, stating that the system could enhance performance when activated. Participants completed the Columbia Card Task (CCT) in two conditions—augmentation and non-augmentation—assigned randomly. Risk was measured by the decision to open a card or not in CCT, as well as the amplitude of P300 and FRN waves in ERP (Event-Related Potential) measurements via EEG (Electroencephalography). The study results showed (1) activation of ERP components (P300 and FRN) in response to risk stimuli, but no significant differences between conditions, (2) placebo expectations were found to accelerate decision-making processes, and (3) no significant differences in the number of cards opened. These findings highlight that the role of placebo expectations in risk-taking is not evident in neural responses but significantly influences decision-making speed in risky situations. Thus, perceptions of the effectiveness of cognitive technology can be optimised to support decision-making.
Kata Kunci : augmentasi, electroencephalography (EEG), pengambilan risiko, plasebo/augmentation, electroencephalography (EEG), placebo, risk taking