Evaluasi Kinerja Simpang Dongkelan Berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023
Toriq Mustofa Rais, Ir. Nursyamsu Hidayat, S.T., M.T., Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Simpang Dongkelan merupakan simpang dengan tipe simpang APILL empat lengan. Berada di jaringan jalan primer Simpang Dongkelan melayani arus lalu lintas dalam kota dan antar kota. Berada di Ringroad Selatan mempertemukan arus lalu lintas Ringroad Selatan dengan arus lalu lintas dari arah Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta. Karakteristik arus lalu lintas perkotaan dengan intensitas relatif tinggi ditambah dengan arus lalu lintas dari Ringroad yang memiliki karakteristik tersendiri. Simpang Dongkelan di jam puncak atau jam biasa sering terjadi arus jenuh yang mengakibatkan pergerakan kendaraan menjadi lambat sehingga terjadi penumpukan kendaraan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi parameter kinerja simpang dan mendapatkan rekomendasi tindakan teknis peningkatan kinerja simpang, berdasarkan analisis Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023). Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data arus lalu lintas eksisting, data waktu isyarat, data geometri simpang, data jumlah penduduk, dan data kondisi lingkungan simpang. Proses analisis diawali dengan mengolah data arus lalu lintas eksisting untuk mengetahui periode jam puncak, kemudian melakukan perhitungan kapasitas simpang (C); derajat kejenuhan (DJ); panjang antrian (PA); jumlah kendaraan terhenti (NKH); dan tundaan (T), kemudian melakukan analisis peningkatan kinerja simpang.
Hasil dari analisis menunjukkan nilai paramater kinerja simpang APILL terbesar terjadi pada jam puncak sore (16.15 – 17.15) ditunjukkan pada pendekat utara (DJ = 1,68 ; PA = 435 m ; NKH = 2043 SMP ; T = 437 detik), pendekat selatan (DJ = 0,93 ; PA = 91 m ; NKH = 634 SMP ; T = 79 detik), pendekat timur (DJ = 0,77 ; PA = 63 m ; NKH = 822 SMP ; T = 59 detik), pendekat barat (DJ = 1,12 ; PA = 126 m ; NKH = 1197 SMP ; T = 111 detik). Nilai rasio kendaraan terhenti rata-rata sebesar 1,23 dan nilai tundaan simpang rata-rata sebesar 150 (SMP/detik) termasuk simpang dengan tingkat pelayanan F. Optimalisasi parameter kinerja simpang APILL dilakukan dengan opsi perubahan waktu isyarat yaitu dengan mengatur ulang waktu hijau. Perubahan nilai parameter kinerja simpang signifikan terjadi seperti ditunjukkan pada jam puncak pagi (06.45 – 07.45). Pada pendekat utara parameter kinerja simpang sebelum optimalisasi (DJ = 1,44 ; PA = 282 m ; NKH = 1226 SMP ; T = 444 detik), setelah optimalisasi menjadi (DJ = 0,90 ; PA = 112 m ; NKH = 482 SMP ; T = 78 detik).
Kata Kunci : evaluasi kinerja simpang APILL, optimalisasi kinerja simpang APILL, Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023/an evaluation on the performance of APILL intersection, an optimization on the performance of APILL intersection, pedoman kapasitas jalan indonesia