Asas Proporsionalitas Dalam Penjatuhan Tindak Pidana Pemalsuan Surat Yang Dilakukan Dalam Hubungan Perkawinan
Raden Bintang Reffiandi Wigata, Dr. Dra. Dani Krisnawati, S.H., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 ILMU HUKUM JAKARTA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis ratio decidendi dalam putusan hakim terhadap tindak pidana pemalsuan surat yang dilakukan dalam hubungan perkawinan, serta untuk mengetahui dan menganalisis penerapan asas proporsionalitas dalam penjatuhan pidana terhadap tindak pidana pemalsuan surat yang dilakukan dalam hubungan perkawinan.
Penelitian hukum ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian normatif dengan sifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan juga penelitian lapangan untuk memperoleh data primer dan juga data sekunder. Penelitian ini juga didukung dengan melakukan wawancara terhadap narasumber dari akademisi dengan menggunakan alat berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif.
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa pertama, Ratio decidendi putusan hakim dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat yang dilakukan dalam hubungan perkawinan didasarkan pada pembuktian unsur-unsur pemalsuan serta pertimbangan atas motif dan dampak perbuatan tersebut dalam konteks hubungan perkawinan. Namun demikian, putusan hakim menunjukkan bahwa pertimbangan terhadap fakta persidangan belum secara memadai membedakan antara harta bawaan dan harta bersama. Kedua, dari perspektif asas proporsionalitas, putusan pemidanaan seharusnya mencerminkan keselarasan antara perbuatan dan sanksi pidana dengan mempertimbangkan tujuan, motif, dan kerugian yang ditimbulkan. Akan tetapi, terdapat disparitas dalam penerapan asas proporsionalitas yang menunjukkan bahwa majelis hakim belum menerapkan prinsip proporsionalitas secara konsisten, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara beratnya perbuatan pelaku dan berat ringannya sanksi pidana dalam konteks hubungan keluarga
This thesis aims to examine and analyze the ratio decidendi in judicial decisions regarding the criminal offense of document forgery committed within the context of a marital relationship, as well as to assess the application of the principle of proportionality in sentencing such offenses.
This legal research adopts a normative-empirical approach with a descriptive character. The research was conducted through literature review and field studies to collect both primary and secondary data. It is further supported by interviews with academic experts, using interview guidelines as research instruments. The findings are analyzed qualitatively and presented descriptively.
This study concludes, first, that the ratio decidendi in the court decisions concerning the criminal act of document forgery committed within a marital relationship is based on the assessment of the elements of forgery, as well as the consideration of the motive and impact of the act within the context of the marital relationship. However, the judicial reasoning indicates that the court’s consideration of the facts presented during the trial did not adequately distinguish between separate property (harta bawaan) and marital property (harta bersama). Second, from the perspective of the principle of proportionality, a criminal sentence should reflect a balance between the offense and the punishment, taking into account the intent, motive, and resulting harm. Nevertheless, there exists a disparity in the application of this principle, demonstrating that the judges have not consistently applied the principle of proportionality. This inconsistency has led to a lack of alignment between the severity of the offender’s actions and the severity of the criminal sanctions imposed, particularly within the context of familial relationships.
Kata Kunci : Asas Proporsionalitas, Tindak Pidana Pemalsuan Surat, Hubungan Perkawinan.