Laporkan Masalah

Analisis pelat lentur pada fondasi elastis nonlinear

ARDIAN, Mohammad, Prof.Ir. Bambang Suhendro, MSc.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Pada kondisi yang sebenarnya di lapangan, konstruksi jalan maupun landasan lapangan terbang biasanya dibangun di atas tanah lunak. Salah satu struktur yang digunakan untuk mendukung beban pada tanah lunak adalah rigid pavement. Program komputer yang digunakan untuk analisis masih memakai elemen hingga linier elastik. Pada penelitian ini respon tanahdiasumsikan sebagai spring nonlinear, sedangkan struktur pelat tetap linear. Penelitian ini dititik beratkan pada pelat lentur pada fonsasi dengan sambungan dowel antar pelat. Beban terpusat yang mewakili kondisi kritis, yaitu beban pada tengah, tepi dan ujung pelat. Rasio ukuran pelat dalam penelitian ini arah X(a) dan ukuran pelat arah Y (b) atau a/b = 1 (a=4m, b=4m dan a= 5 m, b= 5 m), dan a/b=1,5 (a=6 m, b=4 m) dengan variasi tebal pelat 0,15 m, 0,2 m, dan 0,35 m serta variasi kekakuan spring awal, K, 7500kN/m, 1000 kN/m, dan 15000kN/m. Mutu beton yang digunakan adalah 25 MPa. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis nonlinier akan menghasilkan respon lendutan yang nonlinier pada beban tengah pelat, tetapi pada beban tepi dan ujung pelat mendekati linier. Gaya dalam menghasilkan respon yang mendekati linier untuk semua posisi beban. Grafik nomogram yang dihasilkan akan sangat membantu para praktisi untuk menentukan lendutan, tekanan dan momen pada pelat. Jumlah iterasi kekakuan spring sampai konvergen bervariasi antara 3 sampai 7 iterasi, tergantung pada ketebalan pelat dan kekakuan spring. Selisih antara linier dan nonlinier hingga 60,6% pada beban 1000 kN. Ketebalan struktur dan peningkatan koefisien reaksi subgrade memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan struktur total.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Konstruksi Jalan, Tanah Lunak, Pondasi Elastis Non Linear, Nonlinier spring, elastic fond, plate bending.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.