Pengaruh perbedaan status pemilikan sapi terhadap pendapatan usaha sapi kereman (studi kasus di Kecamatan Musuk Boyolali)
Kamaluddin, Drh. Harmadji; Drh. Wisnuaji, MA.; Drh Arinto
1976 | Skripsi | S1 PETERNAKANPengaruh perbedaan status pemilikan sapi terhadap pendapatan usaha sapi kereman telah diselidiki dengan me- lakukan studi kasus di Kecamatan iusuk Boyolali mulai bu- lan September - Oktober 1975. Ada beberapa masaleh yang dihadapi oleh petani pe- ternak dalam mengusehakansapi kereman ini, Salah satu di antaranye ielah modal untuk pembelian sapi. Pada wmmya petani peternak, kekurangan modal un- tuk membeli sapi, mala untul memelihara sapi mereka ter - paksa menerinma persyarntan gaduvhan yang ditetapkan oleh pemilik modal / sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Apakeh sistim gaduhan ini menguntunckan bagi kedua be- lah fihak ataukah hanya menguntungkanpemilik modal / sepi saje. 2, Berapa beser perbedaan pendapatan antara ketiga macam golongan pemilikan sapl yeitu penggaduh jpemilik modal dan peternsk pemilik pengerem sendiri, Materi penelitian adelah petani peternak (penggaduhy pemilik pengerem) serta pemilik modal yang mengusabalkan sapi kereman, dimana untuk nasing-nasing golongan diaabil sample sebanyak 15 orang. Dengan cara men/hitung selisih antara pendapatan ko- tor yaitu berupa uang atau upah yang diterima sebagal hasil penjualan sapi ditambah nilei pupuknya dengan biaya produksi aken diperoleh pendapatan rata-rata perbulan baik ditinjsu dari segi usaha tani maupun dari segi ekonomi, Hasil Penelitian: Pengaruh perbedaan status pemilik snpi terhadap pen - dapatan. 1, Mtinjeudari segl usaha tand. 1.1, Pendspatan pertulan untuk penggaduh = .2530,86 (= 18,48%); pendapetan pemilik modal pertmlan §.4868,06 (= 35,53%) dan pendapatan petemak pexilik pengeren = §p,6301,34 (= 45,99%). 1.2, Pendapatan peternak penggaduh teruyata letdih keedl dori pendapatan perilik modal steupun pendapatan poternak pg milik pengeren sendiri (4f = 28, t-hit,= 6,02 = dari w.o,u-:.m.mt,-u.m ' dari tetad. 0,05= 2,048), 1.3. Pendapatan pemilik modal ternyata letdh kecil dari pen- dapatan peternak pemdlik pengeren sendiri (4f = 28, tehit = 2,5668 ) dari tetad. 0,05= 2,048). 1.4. Pendapatan peternak penilik pengeren apabila nilai pupuk nye tidak dihitung = [;.5256,54 tidak ada perbedaan ysng nysta Mle dibandingkan dengan pendepaten penilik modal (Af= 28, tehit. = 0,7163 {dart tetad. 0,05 = 2,048 ). 2, Dari segl ekonowd, 2,1, Peteruak penggaduh tidak nendspat beuntungan dari usaha kerenan ind (rete-reta kerugian = §.515,91), Pendapatan podldkmodal = §,3691,06 (= 57,97%), dan pendapatanpe= ternak penilik pengeren = §,2676,32 (= 42,03%), 2,2, Antara pendspatan petemal perdlik pengeren dengan pendg patan penilik modal tak ada perbedsan yang nyata (4f = 28, tehit. = 1,93076 « dari t~tad. 0,05 = 2,043).
Kata Kunci : usaha sapi kereman; Pendapatan peternak; status pemilikan sapi