Pengaruh Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Terhadap Proporsi Belanja Rumah Tangga Untuk Makanan di Provinsi Sulawesi Utara
Layla Fitria Tawil, Akhmad Akbar Susamto., S.E., M.Phil., Ph.D
2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap proporsi pengeluaran rumah tangga untuk makanan di Provinsi Sulawesi Utara. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) dan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 dan 2021, penelitian ini mengkaji hubungan antara partisipasi rumah tangga dalam program bantuan sosial dengan alokasi belanja untuk kebutuhan pangan. Hasil estimasi menunjukkan bahwa baik BPNT maupun PKH secara signifikan meningkatkan proporsi belanja makanan rumah tangga, meskipun efek gabungan keduanya justru menunjukkan indikasi penurunan marginal akibat kemungkinan efek substitusi. Temuan ini memberikan bukti bahwa program perlindungan sosial berperan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga miskin, namun efektivitas integrasi antarprogram perlu dievaluasi agar tidak saling menurunkan dampak. Implikasi kebijakan dari studi ini menggarisbawahi pentingnya penyesuaian program berbasis karakteristik rumah tangga serta perlunya sinergi antarprogram bantuan untuk mencapai hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.
This study aims to analyze the impact of the Non-Cash Food
Assistance Program (BPNT) and the Family Hope Program (PKH) on the proportion
of household expenditure on food in North Sulawesi Province. Using a
quantitative approach with the Ordinary Least Squares (OLS) method and
secondary data from the National Socioeconomic Survey (Susenas) for the years
2019 and 2021, this research examines the relationship between household
participation in social assistance programs and their allocation of spending on
food needs. The estimation results indicate that both BPNT and PKH
significantly increase the proportion of household spending on food, although
the combined effect of both programs shows a marginal decrease, possibly due to
a substitution effect. These findings provide empirical evidence that social
protection programs play an important role in enhancing food security among
poor households. However, the effectiveness of program integration needs to be
evaluated to avoid diminishing returns. The policy implications of this study
highlight the importance of tailoring programs based on household
characteristics and promoting synergy among assistance programs to achieve more
optimal and sustainable outcomes.
Kata Kunci : BPNT, PKH, pengeluaran rumah tangga untuk makanan, kemiskinan, OLS, Sulawesi Utara / Non-cash Food Assistance (BPNT), Conditional Cash Transfer (PKH), Household Food Expenditure (PKH), poverty, OLS, North Sulawesi