Laporkan Masalah

ANALISIS PENGENDALIAN PENGADAAN OBAT-OBATAN PADA UPT FARMASI DAN ALKES KOTA YOGYAKARTA

Arum Soja Lukitasari , Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Persediaan merupakan permasalahan yang sering terjadi pada sebuah perusahaan, termasuk yang bergerak dalam bidang farmasi. Kebutuhan akan obat obatan, reagen, vaksin serta peralatan medis tidak bersifat deterministik sehingga diperlukan pengelolaan persediaan agar dapat memenuhi permintaan konsumen serta mengelola permasalahan yang timbul dengan adanya persediaan. UPT Farmasi dan Alkes Kota Yogyakarta merupakan pusat distribusi obat, reagen, vaksin serta alat kesehatan dan alat medis habis pakai, ke seluruh puskesmas induk yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Kendala yang sering dihadapi UPT Farmasi yaitu menentukan lot size pesanan yang sesuai dengan volume slot untuk masing-masing obat di gudang serta menentukan kapan sebaiknya dilakukan pemesanan. Berdasarkan kendala tersebut, penelitian dilakukan untuk memberikan metode alternatif pengendalian pengadaan obat yang dapat mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan untuk mengelola pengadaan yaitu menggunakan ABC-VEN analysis dan min-max untuk menentukan jumlah pesanan dengan re-order point sebagai acuan waktu pemesanan. Berdasarkan hasil metode uji coba, re-order point yang dipilih adalah statistical re-order point dengan service level 99%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 47 obat termasuk kelompok A, 52 obat termasuk kelompok B serta 138 obat termasuk kelompok C. Pada kelompok A, terdapat 38 jenis obat termasuk vital dan 8 jenis obat termasuk essential. Metode uji coba pada obat yang termasuk A-vital menghasilkan nilai turnover ratio (TOR) sebesar 2,2 sedangkan metode awal mempunyai nilai TOR sebesar 1,7. Metode uji coba juga menghasilkan nilai persediaan yang lebih rendah dibandingkan metode awal yaitu dengan selisih Rp 163.407.957. ROP metode uji coba juga dapat menghemat biaya pengadaan emergensi sebesar Rp 890.000,00. Berdasarkan hasil-hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode uji coba dapat meningkatkan nilai TOR dan menurunkan nilai persediaan sehingga didapatkan efisiensi sebesar 20,5%. Hal itu berarti efisiensi perputaran persediaan pada metode uji coba lebih tinggi dibanding metode awal.

Kata Kunci : persediaan, inventory, analisis ABC, analisis VEN, metode min-max, re-order point, turnover ratio, nilai persediaan, volume gudang.

  1. S1-FTK-2014-Arum_Soja_Lukitasari-abstrct.pdf  
  2. S1-FTK-2014-Arum_Soja_Lukitasari-biblography.pdf  
  3. S1-FTK-2014-Arum_Soja_Lukitasari-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2014-Arum_Soja_Lukitasari-title.pdf