Laporkan Masalah

THE SURVIVAL STRATEGY IN DEVELOPING PENCAK SILAT IN THE UNITED STATES

Dyny Wahyu Seputri, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA

2025 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA

Pencak Silat merupakan seni bela diri Asia yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Pencak Silat sebagai bagian dari Indonesia dengan keunikan serta keterkaitannya dengan sejarah Indonesia. Karakteristik yang dimiliki oleh Pencak Silat, meliputi aspek spiritual dan mental, aspek pertahanan diri, aspek seni, serta aspek olahraga menjadikannya berbeda dari seni bela diri lainnya. Penyebaran Pencak Silat terjadi secara pesat, tidak hanya di negara-negara Asia, tetapi juga di negara-negara Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika. Penelitian ini berfokus pada kajian pengembangan Pencak Silat di Amerika Serikat melalui studi pada dua perguruan Pencak Silat di negara tersebut. Perbedaan budaya, bahasa, masyarakat, dan lingkungan sosial antara Indonesia dan Amerika Serikat membentuk berbagai tantangan, hambatan, serta strategi dalam upaya pengembangan Pencak Silat di wilayah tersebut.
Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan oleh praktisi Amerika sebagai agen Cultural Capital dalam pengembangan Pencak Silat di Amerika Serikat. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh budaya Amerika terhadap Pencak Silat sebagai produk transnasional. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori strategi Pierre Bourdieu melalui perspektif modal kultural, sosial, simbolik, dan ekonomi pada dua perguruan Pencak Silat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data utama diperoleh melalui wawancara mendalam bersama Abdul Malik Ahmad, pendiri Silat Institute, serta Marcus Kim, pelatih utama Inti Ombak Pencak Silat di Middlebury. Selain itu, artikel, jurnal, dan situs resmi kedua perguruan digunakan sebagai data pendukung untuk memvalidasi temuan dan memperkuat nilai empiris penelitian ini.
Melalui analisis yang dilakukan, penelitian ini menemukan bahwa kedua perguruan memiliki strategi yang berbeda yang dapat dilihat dari kekuatan modal simbolik, termasuk figur yang membentuk perguruan Pencak Silat di Amerika Serikat, pengetahuan, jaringan sosial, serta cara memperoleh dukungan finansial. Meskipun demikian, keduanya menghadapi tantangan serupa, seperti keterbatasan jumlah pelatih. Selain itu, karena dikembangkan oleh praktisi Amerika (Masyarakat amerika), terdapat pengaruh signifikan dalam proses pembelajaran, seperti penggunaan bahasa pengantar, pemanfaatan teknologi, dan media untuk mempopulerkan Pencak Silat. Kendati demikian, pengaruh tersebut tidak mengubah kesakralan maupun esensi tubuh Pencak Silat sebagai budaya asli Indonesia.

Pencak Silat is one of Asian martial arts, which has been recognized by the United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) as Indonesian intangible heritage. Pencak Silat as a body of Indonesia, it has its uniqueness and connection with Indonesia history. The significance characteristics of Pencak Silat which have spiritual mental aspects, self-defense aspects, art aspects, and sport aspects that make Pencak Silat different with the other martial arts. The expansions of Pencak Silat rapidly happened not only in the Asian countries, Middle East countries, European countries, but also in the American countries. In this research, it scoped to investigated the expansion of Pencak Silat in the United States of America. Seen from two Pencak Silat school in the United Stated of America. The differences of culture, language, society, and environment of those nation and schools have shaped the struggles, challenges and strategies to develop Pencak Silat. 

This study examines the strategies employed by American practitioners as agents of cultural capital in developing Pencak Silat in the United States. It also explores the influence of American culture on this transnational martial art. The analysis applies Pierre Bourdieu’s theory of strategy through the lenses of cultural, social, symbolic, and economic capital in both schools. The research employs a qualitative method, use the live interviews with the resource persons Abdul Malik Ahmad as the founder of Silat Institute and Marcus Kim as the head instructors of Inti Ombak Pencak Silat in Middlebury, serve as primary data for the research. Moreover, the research is also used the articles, journals and the official websites of those two schools to validated the research as the empiric research.

Through the analysis, the finding reveals that those two schools have different strategies seen from the power of symbolic capital or the figure that shaped the Pencak Silat school in the United States of America, the knowledge, the networking and the way of the school gaining the independent financial support. Although, both face similar challenges such as limited instructors. Moreover, because it is developed by the American it has a significant influence in the learning process such as from the delivery of language, the use of various technology and media to make Pencak Silat popular. But then, it is not changed or influenced the sacred and the body of Pencak Silat itself as the original culture of Indonesia.


Kata Kunci : Theory of Practice, Transnational, Popular Culture, American Studies, American Influence, Pencak Silat.

  1. S2-2025-476301-abstract.pdf  
  2. S2-2025-476301-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-476301-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-476301-title.pdf