Ideasi Bunuh Diri pada Pasien Gangguan Obsesif-Kompulsif dengan Komorbiditas Gangguan Depresi Mayor: Sebuah Scoping Review
Muhammad Ridzky Pratama Surya, Dr. dr. Andrian Fajar Kusumadewi, M.Sc., Sp. KJ (K).; dr. Afkar Aulia, M.Sc., Sp. KJ.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
yang sering kali disertai komorbiditas gangguan depresi mayor (MDD), sebuah kondisi yang secara signifikan memperberat beban klinis dan fungsional pasien. Prevalensi MDD pada pasien OCD dilaporkan tinggi, mencapai 67.5%. Adanya komorbiditas ini secara konsisten berasosiasi dengan peningkatan risiko ideasi bunuh diri (IB), namun pemetaan komprehensif mengenai prevalensi, faktor risiko, dan karakteristik hubungan antara keparahan gejala OCD-MDD dengan IB pada populasi ini masih terbatas, sehingga memerlukan tinjauan sistematis lebih lanjut.
Tujuan: Melalui metode scoping review, penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis cakupan bukti ilmiah mengenai ideasi bunuh diri pada pasien OCD dengan komorbiditas MDD. Tinjauan ini secara spesifik akan mengidentifikasi dan menyintesis data prevalensi (seumur hidup dan saat ini), mengategorikan faktor-faktor risiko (klinis, psikologis, dan sosiodemografis), serta menganalisis karakteristik hubungan antara tingkat keparahan gejala OCD-MDD dengan spektrum suisidalitas.
Metode: Penelitian ini merupakan sebuah scoping review yang dilaksanakan sesuai dengan kerangka metodologis dari Joanna Briggs Institute (JBI). Pencarian literatur secara sistematis dilakukan pada lima basis data elektronik (ScienceDirect, PubMed, ProQuest, Scopus, dan Google Scholar) menggunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk mengidentifikasi studi kuantitatif relevan yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Proses seleksi studi mengikuti kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, dan pelaporan hasil akhir mengacu pada panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR).
Hasil: Dari 942 artikel yang teridentifikasi, 29 studi kuantitatif diinklusi dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan prevalensi ideasi bunuh diri (suicidal ideation/SI) seumur hidup yang tinggi pada pasien OCD dengan komorbiditas MDD, berkisar antara 51,8% hingga 64,3%. Riwayat percobaan bunuh diri (suicide attempt/SA) dilaporkan hingga 37% pada sampel klinis. Faktor risiko utama yang teridentifikasi secara konsisten meliputi kehadiran komorbiditas Gangguan Depresi Mayor (MDD) dan Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder), tingkat keparahan obsesi, dimensi gejala berupa unacceptable thoughts (obsesi seksual/religius/agresif), serta riwayat trauma masa kecil. Analisis hubungan menunjukkan bahwa tingkat keparahan obsesi secara prospektif memprediksi peningkatan SI di masa depan, namun tidak sebaliknya.
Kesimpulan: Suisidalitas merupakan komplikasi klinis yang lazim dan serius pada pasien OCD, yang risikonya dieksaserbasi secara signifikan oleh komorbiditas MDD. Risiko ini bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi kompleks antara keparahan gejala OCD (khususnya obsesi), faktor psikososial, dan komorbiditas psikiatrik lainnya, sehingga menekankan pentingnya asesmen risiko yang multidimensional dalam praktik klinis.
Kata Kunci: Ideasi bunuh diri, gangguan obsesif-kompulsif, komorbiditas,
Method: This scoping review was conducted following the Joanna Briggs Institute (JBI) methodological framework. A systematic literature search was conducted across five electronic databases (ScienceDirect, PubMed, ProQuest, Scopus, and Google Scholar) using a predefined search query to identify relevant quantitative studies published within the last decade. Study selection adhered to established inclusion and exclusion criteria, and the results are reported following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) guidelines.
Results: From 942 identified articles, 29 quantitative studies were included in this review. The synthesis revealed a high lifetime prevalence of suicidal ideation (SI) in patients with OCD and comorbid MDD, ranging from 51.8% to 64.3%. A history of suicide attempts (SA) was reported in up to 37% of clinical samples. Key risk factors consistently identified included comorbid Major Depressive Disorder (MDD) and Borderline Personality Disorder, obsession severity, the unacceptable thoughts symptom dimension (sexual/religious/aggressive obsessions), and a
Kata Kunci : Ideasi bunuh diri, gangguan obsesif-kompulsif, komorbiditas, prevalensi, faktor risiko, gangguan depresi mayor