Laporkan Masalah

Padang gembalaan kombinasi (Brachiaria Decumben-Siratro) dan Padang Gembalaan Tunggal (Brachiaria Decumben) terhadap pertambahan berat domba kampung yang digembalakan secara rotasi

Husaini, Drh. Harmadji; Drh. Sunarjo Keman, M. Sc.; Drh. Gamblong Sudiono

1976 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pertambahan berat domba kampung yang digembalakan pada padang gembalaan kambing (Brachiaria decumben~Siratro)dan padang gembalaan tunggal (Brachiaria decumben) Iluas tiap padang gembalaan 0,1 ha, tanpa pemupukan dan tanpa pengairan, di Kompleks Fakultas Peternakan UGM karangmalang Yogyakarta. Pada tiap plot dilepaskan tiga ekor domba kampung jantan umur 9 sembilan bulan, dengan panggembalaan rotasi selama 80 hari, mulai tanggal 2 September 1974. Lama penggembalaan setiap hari enem jam dan 18 jam dikandang dengan diberi katul secara ad libitum untuk mempertahankan kondisinya. Hasil penelitian menunjukkan ADO 25,41 gram untuk domba pada padang gembalaan tunggal dan ADG 25,81 gram untuk domba pada padang gembalaan kombinasi. Rata-rata feed intake domba akan bahan kering hijaunan pada padang gembalaan tunggal 368,72 gram/hari/skon dan 172,19 gram/hari/ekor untuk katul, sedang pada padang gembalaan kombinasi 370,29 gram/hari/ekor bahan kering hijauan dan 163,721 gram/hari/ekor katul analisa varians split plot dari kedua padang gembalaan dan metode rotational grasing terhadap pertambahan berat domba kampung ternyata non significant dengan p 0,05. Brachiarin decumban tahan terhadap penggembalan rotasil dan vegrowib-nya (30 hari ) baik bari Smechiaris decumben totapi masih belum cukup baik untuk Siratro. Campuran Siratro dan Brachiaria Documben dalam padang gembalan kombinasi kurang serasi karena derajat palatebilitos domba terhadap kedua tanaman tersebut berbeda,

Kata Kunci : Domba kampung; Padang gembalaan kombinasi; Brachiaria Decumben-Siratro; Padang Gembalaan Tunggal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.