Laporkan Masalah

Daya Tahan Telur Rebus pada penyimpanan dalam temperatur dan kelembaban kamar

Hasyim, Prof. Drh. Djoemantoro; Drh Soenarjo Keman, M.Sc.

1976 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dengan VAN test, manakah yang lebih tahan lama antara telur itik matang ( rebus ) dengan telur itik mentah yang disispan dalam temperaturd an kelembaban kamar. Dalam percobaan ini digunakan 110 butir telur itik segar ( umur 1 hari ) yang dibagi menjadi dua kelompok secara random yaitu kolompok I ( kontrol ) adalah telur segar yang ti dak direbus sobanyak 55 dutir dan kelompok II ( treatment ) adalah telur segar yang direbus dalam air mendidih selama 10 menit sebanyak 55 butir, yang kemudian kedua kelompok tersebut disimpan dalam temperatur ( 26°C ) dan kelembaban ( 80 persen ) kamar. Lokasi penelitian Laboratoriun Biokimia Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada di Sekip Unit II Yogyakarta. Dari tiap-tiap kelompok diambil lima butir telur tiap kali pomeriksaan, kemudian dilakukan pemeriksasn VAN test dari AOAC dan pengamatan organoleptik tiap-tiap tiga hari sekali selama enam belas hari. Ternyata hasil percobaan menunjukkan bahwa analisa statistik dengan Student's test terhadap VAN telur mentah dan telur matang menunjukkan bahwa telur matang lebih dahulu menjadi rusak (tidak dapat dikomsumsikan lagi pada hari ke 10 atau ke 13 ) dari pada telur mentah (P 0,05 dan P 0,01 ), Sedangkan pemeriksaan organcleptik menunjukkan bahwa telur matang hanya dapat disimpan sampai dengan hari ke 10.

Kata Kunci : Daya Tahan; Telur Rebus; penyimpanan telur; temperatur; kelembaban kamar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.