Hubungan antara konsentrasi struktur kepemilikan dan manajemen laba di Indonesia
JATININGRUM, Citrawati, Dr. Slamet Sugiri, MBA
2004 | Tesis | S2 AkuntansiTujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai perbedaan praktik manajemen laba antara. perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas dengan perusahaan yang tidak memiliki kepemiikan mayoritas di Indonesia.. Penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa. terdapat perbedaan praktik manajemen laba antara. perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas dengan perusahaan yang memiliki kepemilikan non mayoritas. Dalam penelitian ini manajemen laba diproksikan dengan discretionam accruals dan struktur kepemilikan diklasifiksikan menjadi 2 tipe perusahaan: 1) perusahaan yang memiliki kepemilikan saham mayoritas (251%) dan 2) perusahaan yang memiliki kepemilikan saham non mayoritas (<51%) Sampel penelitian berjumlah 62 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek J akarta, terdiri dari 46 perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas dan 16 perusahaan yang memiliki kepemilikan non mayoritas selama periode 1999-2003. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uj i beda. t-test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bukti empiris mendukung hipotesis yang diajukan. Bukti tambahan dari pengujian discretionazqv accruals positif menunjukkan bahwa. perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas sebagian besar (56,52%) melakukan manajemen laba. dalam bentuk penurunan laba., sedangkan pengujian discretionamr accruals negatif menunjukkan bahwa. perusahaan yang memiliki kepemilikan non mayoritas lebih cenderung melakukan manajemen laba. dalam bentuk penurunan laba
This research aimed to test and. give empirical evidence on difference of earnings management practices between companies having majority ownership and. company having no majority ownership in Indonesia. This study proposed hypothesis that there are different earnings management practices between company having majority ownership and companies having non-majority ownership. This study used diseretionary accruals as proxy of earnings management and companies were classified based on ownership structure to be two types: l) companies having majority ownership (28%) and 2) company having non-maj ority ownership (<5 l Research sample is 62 manufacture companies listed in Jakarta Stock Exchange, consisting of 46 companies having majority ownership and 16 companies having non-maj ority ownership for period 1999-2003. The hypothesis is tested using t-test. Result of the test indicated that empiiical evidence support the hypothesis proposed. Additional evidence of positive diseretionaiy accruals testing indicated that most company having majority ownership (56.52%) run earnings management in form of income increasing, while negative diseretionaiy test indicated that company having no majority ownership tend. to run earnings management in fo1m of income decreasing.
Kata Kunci : Manajemen Laba,Struktur Kepemilikan, ownership structure, agency conflict, earnings management