EVALUASI FASILITAS AIR MINUM SISTEM GALON DAN JARINGAN AIR MINUM SISTEM AUTOMATIC REFILL (STUDI KASUS RS AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA)
Antonius Grace Salim, Dr.Eng. Ir. M. Arif Wibisono, S.T., M.T. IPM. ASEAN. Eng
2014 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRISistem galon merupakan sistem isi ulang air minum dengan menggunakan galon pada dispenser yang banyak digunakan di Indonesia. Sistem galon sendiri merupakan sistem isi ulang yang digunakan oleh salah satu RS pendidikan di Yogyakarta yaitu RS Akademik UGM. Kekurangan dari sistem ini supply air yang masih bergantung dengan agen, dengan kata lain apabila distribusi air dari agen terganggu maka kebutuhan air minum RS Akademik UGM juga terganggu. Untuk mengatasi kendala terkait supply air tersebut, penulis menawarkan alternatif jaringan air minum dengan sistem automatic refill dimana supply air pada sistem tersebut bersifat kontinyu dan pihak RS Akademik UGM bisa secara mandiri mengelola kebutuhan air minum bagi mahasiswa kedokteran, staff, perawat, dokter, dan pasien RS Akademik UGM. Penelitian ini diawali dengan proses pengambilan data pada 5 unit di RS Akademik UGM. Hasil pengambilan data digunakan untuk identifikasi komponen komponen penyusun jaringan air bersih dan mengadaptasi sistem jaringan air bersih tersebut untuk digunakan pada alternatif jaringan air minum. Data lainnya digunakan untuk memetakan kendala-kendala secara lebih dalam terkait fasilitas air minum RSA UGM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Recommended Weight Limit dan Lifting Index milik NIOSH untuk mengetahui tingkat resiko aktivitas mengangkat galon ketika isi ulang air pada galon. Kemudian dilakukan perbandingan terkait kondisi fasilitas air minum saat ini dengan alternatif sistem automatic refill berdasarkan indikator pembandingnya. Selanjutnya identifikasi komponen yang cocok digunakan pada alternatif jaringan air minum dan identifikasi current stage untuk sistem galon dan sistem automatic refill. Lokasi penelitian yang dipilih adalah RS Akademik UGM yang berlokasi di jalan Kabupaten, Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Secara keseluruhan, aktivitas mengangkat galon ke atas dispenser beresiko tinggi menimbulkan cedera. Perlu adanya perbaikan terkait letak dari dispenser di RS Akademik UGM saat ini. Konsep automatic refill yang ditawarkan untuk RS Akademik UGM terdiri dari dua alternatif yaitu sistem jaringan air minum dengan filter reverse osmosis dan sistem jaringan air minum dengan dispenser yang memiliki 4 tahap pemurnian air di dalamnya. Kedua alternatif tersebut merupakan hasil evaluasi dan perbaikan dari fasilitas RSA UGM saat ini, namun memiliki kekurangan yaitu biaya investasi yang besar untuk pengadaan kedua alternatif tersebut. Untuk biaya operasional, dengan berdasarkan tingkat kebutuhan 6 bulan pertama tahun 2014, kedua alternatif bisa menghemat biaya 16,9–20,5 juta rupiah. Berdasarkan identifikasi current stage, kondisi RSA yang sekarang perlu melakukan penambahan kapasitas untuk menghadapi perkembangan kebutuhan air minum dari waktu ke waktu.
Kata Kunci : Sistem galon, Automatic Refill, NIOSH, Current Stage