Laporkan Masalah

Dampak Program Jaminan Kesehatan Nasional pada Kelangsungan Hidup Neonatal

FATHINAH RANGGAUNI HARDY, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU. MSc. ScD , Dr. dr. Tunjung Wibowo, Sp.A(K), MPH

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar Belakang: Angka kematian neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Pemerintah Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi, termasuk Kunjungan Neonatal. Namun, kontribusi JKN terhadap kelangsungan hidup neonatal belum sepenuhnya dievaluasi secara komprehensif.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain mix method, dimulai dengan analisis kuantitatif menggunakan data SDKI 2017, diikuti dengan analisis kualitatif melalui FGD di dua provinsi (Padang, Sumatera Barat dan Depok, Jawa Barat). Sampel dalam penelitian ini menggunakan yaitu Anak terakhir yang lahir ³ 2014 sebanyak 11.965 setelah itu dilakukan pembobotan didapatkan n=11.612. Tahap kuantitatif dilakukan dengan analisis data SDKI. Tahap kualitatif dilakukan melalui diskusi kelompok terarah (FGD) di dua kota (Padang dan Depok) dengan informan tenaga kesehatan dan keluarga peserta JKN.

Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Model 1 (model tanpa penyesuaian), bayi yang tidak memanfaatkan JKN memiliki risiko kematian neonatal yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan bayi yang memanfaatkan JKN (HR = 2,1; 95% CI: 1,02 - 4,45). Namun, setelah penyesuaian bertahap dilakukan pada Model 2 hingga Model 4, besarnya risiko tersebut tetap dan menjadi signifikan pada model akhir (HR = 1,9; 95% CI: 0,87-4,17). Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan antara pemanfaatan JKN dan kematian neonatal sebagian dipengaruhi oleh variabel-variabel lain seperti status BBLR, Kunjungan Neonatal, serta faktor risiko obstetri dan sosiodemografi lainnya. Pemanfaatan JKN berasosiasi signifikan dengan peningkatan kunjungan neonatal (KN1–KN3), ANC berkualitas, dan persalinan di fasilitas kesehatan. Analisis Cox regression menunjukkan bahwa penggunaan JKN menurunkan risiko kematian neonatal. Temuan kualitatif menunjukkan kendala seperti adminitrasi JKN yang lamban, keterbatasan NICU, serta kurangnya koordinasi antar fasilitas.

Kesimpulan: Pemanfaatan JKN berdampak positif terhadap kelangsungan hidup neonatal, tetapi belum optimal karena hambatan struktural dan administratif. Perlu penyederhanaan prosedur JKN neonatal, peningkatan fasilitas rujukan (NICU), edukasi peserta, serta penguatan sistem koordinasi lintas layanan untuk meningkatkan efektivitas JKN dalam menyelamatkan kehidupan bayi baru lahir.

Background: The neonatal mortality rate in Indonesia remains a major challenge despite showing a declining trend over the past few decades. Most deaths occur within the first 7 days of a baby's life. The Indonesian government, through the National Health Insurance Program (JKN), aims to improve access to and quality of maternal and neonatal health services, including neonatal care. However, the contribution of JKN to neonatal survival has not been fully evaluated comprehensively.

Methods: This study used an explanatory sequential mixed-method design, starting with quantitative analysis using 2017 IDHS data, followed by qualitative analysis through FGDs in two provinces (Padang, West Sumatera and Depok, West Java). The sample for this study included children born after 2014, totaling 11,965 births, which were weighted to 11,612. The quantitative phase was conducted by analyzing the IDHS data. The qualitative phase involved FGD in two cities (Padang and Depok) with health workers and families of JKN participants. 

Results: The analysis showed that in Model 1 (unadjusted model), babies not covered by JKN had a significantly higher risk of neonatal death compared to those covered by JKN (HR = 2.1; 95% CI: 1.02–4.45). However, after stepwise adjustment in Models 2 through 4, this risk remained significant in the final model (HR = 1.9; 95% CI: 0.87–4.17). This indicates that the relationship between JKN utilization and neonatal mortality is partly influenced by other variables such as LBW status, neonatal care, obstetric and socio-demographic risk factors. JKN utilization was significantly associated with increased neonatal visit coverage (KN1–KN3), ANC utilization, and facility-based delivery. The Cox regression analysis showed that JKN utilization reduced neonatal mortality risk through improved service access, NICU referrals, and better coordination among facilities.

Conclusion: JKN utilization has a positive impact on neonatal survival through increased access to quality neonatal care services. Recommendations: The implementation of JKN procedures needs to be further strengthened to ensure early activation, comprehensive neonatal care, and service continuity. Policy improvements and inter-facility coordination are crucial to improving neonatal outcomes.

Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, kelangsungan hidup neonatal, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal / National Health Insurance, neonatal survival, maternal and child health.

  1. S3-2025-468105-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468105-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468105-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468105-title.pdf